Lebarkan Sayap Dakwah hingga Kampus, ASN KUA Curup Utara Rahmat Yudhi Septian, M.Pd Bimbing Tahsinul Qiraah dengan Metode Pengulangan dan Tanya Jawab Mahasiswa PGMI IAIN Curup
Rejang Lebong (Humas) — Dakwah tidak selalu harus berlangsung di mimbar masjid. Di ruang-ruang akademik, semangat membumikan Al-Qur’an juga dapat tumbuh melalui pembelajaran yang terarah, interaktif, dan dekat dengan kebutuhan generasi muda. Hal inilah yang dilakukan ASN KUA Curup Utara Rahmat Yudhi Septian, M.Pd saat membimbing tahsinul qiraah mahasiswa PGMI IAIN Curup. (24/9)
Dalam kegiatan tersebut, pembinaan tidak sekadar mengajak mahasiswa membaca ayat demi ayat, tetapi diarahkan pada upaya membentuk bacaan yang semakin tepat, jelas, dan terkontrol. Rahmat memanfaatkan metode pengulangan sebagai salah satu strategi utama agar mahasiswa terbiasa mengucapkan bacaan secara benar dan mampu memperbaiki kesalahan yang muncul dalam proses membaca.
Pengulangan dilakukan secara bertahap. Bacaan yang masih kurang tepat kembali dilafalkan hingga mahasiswa memperoleh pola pengucapan yang lebih baik. Cara ini membuat proses tahsin tidak berhenti pada teori, melainkan mendorong mahasiswa untuk benar-benar mempraktikkan apa yang dipelajari secara langsung.
Agar suasana pembelajaran tidak monoton, sesi tahsin juga diperkaya dengan metode tanya jawab. Mahasiswa diberi kesempatan untuk bertanya mengenai bacaan yang dirasa sulit, sementara Rahmat memberikan penjelasan dan mengarahkan mereka untuk menemukan letak kesalahan serta cara memperbaikinya. Interaksi dua arah tersebut membuat mahasiswa lebih aktif mengikuti proses pembelajaran.
Menurut Rahmat, kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik merupakan bekal penting, khususnya bagi mahasiswa PGMI yang nantinya memiliki peran dalam mendampingi generasi muda di lingkungan pendidikan. Karena itu, penguasaan bacaan Al-Qur’an tidak cukup hanya dipahami secara teoritis, tetapi perlu terus diasah melalui latihan dan pembiasaan.
“Bacaan yang benar membutuhkan latihan yang terus-menerus. Dengan pengulangan, mahasiswa semakin terbiasa, sedangkan melalui tanya jawab mereka dapat memahami alasan dan cara memperbaiki bacaan,” ungkap Rahmat dalam kegiatan pembinaan tersebut.
Kegiatan tahsinul qiraah ini sekaligus menjadi wujud sinergi dakwah KUA Curup Utara dengan lingkungan perguruan tinggi. Melalui pembinaan yang konsisten, ruang dakwah semakin luas, bukan hanya hadir di tengah masyarakat, tetapi juga menyentuh dunia kampus sebagai tempat tumbuhnya calon-calon pendidik. Dari kampus, semangat mencintai Al-Qur’an diharapkan terus bergerak, melahirkan generasi yang tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memiliki kepedulian untuk menjaga kualitas bacaan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #TahsinulQira'ah#MahasiswaIAINCurup#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara



