Setengah Semester Berjalan, MTsN 2 Rejang Lebong Perkuat Evaluasi Pembelajaran
Rejang Lebong, (Humas) — Memasuki pertengahan semester Tahun Ajaran 2026/2027, MTsN 2 Rejang Lebong terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran dan program akademik. Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah memastikan berbagai agenda yang telah dirancang dapat berjalan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Langkah evaluasi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam diskusi antara pihak madrasah dengan Tim Pengawas Madrasah, yakni Meri Susianti, M.Pd., Zulkafni, M.Pd., dan Kadar, saat melakukan kunjungan ke MTsN 2 Rejang Lebong, Selasa (22/9).
Berbagai agenda akademik yang telah berjalan menjadi bahan refleksi, termasuk pembagian tugas guru tahun 2026, jadwal supervisi, serta pelaksanaan Sumatif Tengah Semester (STS) Ganjil. Pembahasan tersebut memberikan ruang bagi madrasah untuk melihat kembali pelaksanaan kegiatan selama setengah semester sekaligus mempersiapkan agenda akademik berikutnya.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., MM., melalui Waka Akademik, Apriliandi, M.Pd., Gr., menyampaikan bahwa evaluasi tidak hanya dilakukan ketika sebuah program selesai, tetapi juga perlu dilakukan ketika program sedang berjalan.
“Setengah semester adalah momentum bagi kami untuk melihat kembali apa yang sudah berjalan dan apa yang masih perlu dibenahi. Evaluasi seperti ini penting agar program yang sudah dirancang tidak hanya terlaksana, tetapi juga benar-benar mendukung proses pembelajaran,” ungkap April.
Menurutnya, pelaksanaan pembelajaran melibatkan banyak unsur, mulai dari pembagian tugas guru, jadwal kegiatan akademik, supervisi, hingga evaluasi hasil belajar murid. Karena itu, setiap bagian perlu dipantau secara berkala.
“Kami ingin setiap guru dapat menjalankan tugasnya dengan jelas dan terarah. Melalui supervisi dan evaluasi, kami dapat mengetahui bagian yang sudah berjalan dengan baik maupun bagian yang masih membutuhkan perhatian,” jelasnya.
Supervisi akademik yang telah dijadwalkan menjadi salah satu instrumen madrasah dalam melihat pelaksanaan pembelajaran secara langsung. Kegiatan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan administrasi, tetapi dapat menjadi ruang bagi guru untuk melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Sementara itu, pelaksanaan STS Ganjil menjadi bagian lain dari evaluasi proses pembelajaran. Hasil yang diperoleh murid nantinya dapat menjadi salah satu bahan bagi guru untuk melihat ketercapaian pembelajaran sekaligus menentukan tindak lanjut yang diperlukan.
Apriliandi menegaskan bahwa hasil evaluasi akan menjadi bahan pertimbangan dalam menjalankan program madrasah pada tahap berikutnya.
“Kami tidak ingin evaluasi berhenti pada catatan. Apa yang ditemukan perlu menjadi bahan untuk menentukan langkah selanjutnya, baik dalam pembelajaran maupun dalam pengelolaan program madrasah,” ungkapnya.
Melalui evaluasi berkelanjutan, MTsN 2 Rejang Lebong berupaya menjaga agar pelaksanaan pembelajaran tetap terarah sekaligus memberikan ruang bagi guru dan madrasah untuk terus melakukan perbaikan selama proses pendidikan berlangsung.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2



