Di Tengah Duka, Penyuluh Agama Hadir Menguatkan Keluarga Lewat Yasinan dan Tausiah
Rejang Lebong (Humas) – Di tengah suasana duka, kehadiran Penyuluh Agama Islam menjadi bagian penting dalam memberikan penguatan spiritual kepada keluarga yang sedang kehilangan. Hal tersebut dilakukan Alam Nuari, S.Kom.I., Penyuluh Agama Islam, saat memenuhi permintaan Halim, warga Desa Tanjung Heran, untuk menyampaikan tausiah dalam kegiatan tahlilan dan yasinan bagi almarhum kakaknya, Selasa (22/9) pukul 18.30 WIB hingga selesai.
Kegiatan yang berlangsung di kediaman Halim, Desa Tanjung Heran, tersebut dihadiri keluarga dan masyarakat sekitar. Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan Surah Yasin, tahlil, doa bersama, serta tausiah keagamaan sebagai bentuk ikhtiar keluarga dan masyarakat untuk mendoakan almarhum yang telah berpulang beberapa hari sebelumnya.
Dalam tausiahnya, Alam Nuari mengajak jamaah untuk menjadikan momentum duka sebagai sarana meningkatkan keimanan dan kesadaran bahwa kehidupan dunia memiliki batas. Menurutnya, kepergian seseorang menjadi pengingat bagi setiap insan untuk terus memperbanyak amal kebajikan, mempererat silaturahmi, serta mempersiapkan diri dengan bekal amal saleh.
Alam Nuari juga memberikan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan agar tetap sabar, ikhlas, dan senantiasa mendoakan almarhum. Ia menyampaikan bahwa kehilangan anggota keluarga bukanlah hal yang mudah, sehingga dukungan keluarga, kerabat, dan masyarakat sangat berarti dalam membantu memberikan ketenangan dan kekuatan bagi pihak yang sedang berduka.
“Dalam suasana seperti ini, mari kita perbanyak doa untuk almarhum dan memberikan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhum mendapatkan ampunan dan rahmat Allah SWT, sementara keluarga diberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan,” pesan Alam Nuari dalam tausiahnya.
Lebih lanjut, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Kehadiran warga dalam tahlilan dan yasinan menunjukkan kepedulian serta semangat kebersamaan ketika salah satu anggota masyarakat sedang menghadapi musibah.
Bagi Penyuluh Agama Islam, kehadiran di tengah masyarakat tidak hanya dalam kegiatan pembinaan keagamaan yang bersifat rutin, tetapi juga menjadi bagian dari pendampingan sosial dan spiritual ketika masyarakat membutuhkan penguatan.
Melalui kegiatan tersebut, KUA terus mendorong peran Penyuluh Agama Islam agar senantiasa hadir di tengah masyarakat, menyampaikan pesan-pesan keagamaan, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, serta membangun kehidupan umat yang religius, harmonis, dan saling peduli.
(eriq/Edwinsya)Hastag : Kemenagrejanglebong Kuasindangbelitiulu
From : KUA S. Beliti Ulu



