Metode Halaqah Perkuat Pembelajaran Tahsinul Qira’ah di TPQ Baitul Makmur Lubuk Alai
Rejang Lebong (Humas) — Penyuluh Agama Islam KUA Sindang Beliti Ulu, Alam Nuari, S.Kom.I., melaksanakan pembelajaran Tahsinul Qira’ah dengan sistem halaqah di Masjid Baitul Makmur, Desa Lubuk Alai, Kecamatan Sindang Beliti Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, Selasa (22/9) pukul 16.30 WIB hingga selesai.
Kegiatan pembelajaran tersebut diikuti sebanyak 7 orang santri TPQ Baitul Makmur. Sementara beberapa santri lainnya belum dapat mengikuti pembelajaran karena izin dan sedang mengalami sakit.
Dalam pelaksanaannya, Alam Nuari, S.Kom.I. memberikan pembelajaran secara langsung dengan pola halaqah, di mana para santri mengikuti proses pembelajaran secara berkelompok dalam suasana yang lebih dekat, terarah, dan interaktif. Metode tersebut memberikan kesempatan kepada penyuluh untuk membimbing sekaligus mengoreksi bacaan santri secara langsung.
Materi pembelajaran diarahkan pada pengenalan makharijul huruf, yaitu tempat keluarnya huruf-huruf hijaiyah ketika dilafalkan. Pengenalan makharijul huruf menjadi bagian penting dalam Tahsinul Qira’ah agar santri terbiasa mengucapkan setiap huruf Al-Qur’an secara tepat sesuai dengan kaidah bacaannya.
Menurut Alam Nuari, S.Kom.I., penerapan sistem halaqah terasa tepat dan relevan dalam proses pembelajaran Tahsinul Qira’ah, khususnya pada tahap pengenalan makharijul huruf. Melalui pola tersebut, penyuluh dapat memberikan contoh bacaan, kemudian santri menirukan secara langsung dan mendapatkan koreksi apabila terdapat kekeliruan dalam pelafalan.
Sistem halaqah juga memungkinkan proses pembelajaran berlangsung secara lebih intensif. Setiap santri memperoleh kesempatan untuk membaca dan mempraktikkan materi secara langsung, sehingga kesalahan pengucapan dapat segera diketahui dan diperbaiki.
“Pembelajaran Tahsinul Qira’ah dengan sistem halaqah terasa pas diterapkan, terutama untuk pengenalan makharijul huruf. Santri dapat langsung mempraktikkan bacaan dan memperoleh bimbingan serta koreksi secara langsung,” ujar Alam Nuari.
Lebih lanjut, pembelajaran tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis membaca Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan kebiasaan membaca dengan baik dan benar sejak dini. Pendampingan secara rutin diharapkan dapat membantu santri meningkatkan kualitas bacaan secara bertahap.
Kegiatan pembelajaran Tahsinul Qira’ah di TPQ Baitul Makmur menjadi bagian dari ikhtiar Penyuluh Agama Islam dalam menjalankan fungsi pembinaan keagamaan di tengah masyarakat. Kehadiran penyuluh di lingkungan TPQ diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap proses pendidikan Al-Qur’an sekaligus mendorong tumbuhnya generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.
Melalui pembelajaran yang dilakukan secara berkelanjutan, santri diharapkan semakin mengenal makharijul huruf, memiliki ketepatan dalam melafalkan huruf hijaiyah, serta mampu membaca Al-Qur’an dengan lebih baik, benar, dan sesuai dengan kaidah Tahsinul Qira’ah.
(eri/Edwinsya)Hastag : Kemenagrejanglebong Kuasindangbelitiulu
From : KUA S. Beliti Ulu



