Jangan Asal Baca! PAI KUA Curup Utara Tekankan Ketepatan Huruf, Sambungan dan Panjang Pendek Iqro di MT Al Arofah
Rejang Lebong (Humas) – Lancar membaca belum tentu tepat membaca. Pesan inilah yang menjadi penekanan PAI KUA Curup Utara, Siti Rodiatul Kholidawati, S.H.I, saat memberikan bimbingan penyuluhan kepada ibu-ibu Majelis Taklim (MT) Al Arofah, Minggu (20/9). Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak lebih teliti mengenali huruf, membaca huruf yang tersambung, serta membedakan panjang dan pendek bacaan Iqro.
Siti Rodiatul Kholidawati, S.H.I, menegaskan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an perlu dibangun dari dasar yang benar. Karena itu, peserta tidak sekadar diarahkan untuk mengejar kelancaran, tetapi juga memastikan setiap huruf dibaca dengan tepat. Huruf demi huruf diperhatikan secara cermat agar kesalahan sejak tahap Iqro dapat diminimalkan.
“Jangan terburu-buru ingin lancar. Kita benarkan dulu hurufnya, perhatikan sambungannya, kemudian panjang dan pendek bacaannya,” ujar Siti saat memberikan bimbingan. Ia mengajak para ibu-ibu untuk menjadikan ketelitian sebagai kebiasaan dalam belajar, sebab membaca Al-Qur’an membutuhkan kesungguhan, kesabaran, dan latihan yang berkelanjutan.
Dalam praktiknya, peserta membaca Iqro secara bergantian. Setiap bacaan diperhatikan dan apabila ditemukan kekeliruan, peserta langsung mendapatkan arahan untuk memperbaikinya. Mulai dari pengenalan huruf, perubahan bentuk ketika disambungkan, hingga ketepatan panjang dan pendek bacaan menjadi bagian yang terus dilatih dalam kegiatan tersebut.
Suasana pembinaan pun berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para ibu-ibu tampak antusias mengikuti arahan serta berusaha memperbaiki bacaan masing-masing. Bagi peserta, proses belajar tersebut bukan sekadar latihan membaca Iqro, tetapi juga menjadi ikhtiar untuk meningkatkan kualitas ibadah dan semakin dekat dengan Al-Qur’an.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata peran PAI KUA Curup Utara dalam memberikan pembinaan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Majelis taklim didorong tidak hanya menjadi ruang untuk mendengarkan materi keagamaan, tetapi juga menjadi tempat belajar, berlatih, dan memperbaiki kemampuan membaca Al-Qur’an secara bertahap.
Melalui bimbingan tersebut, KUA Curup Utara terus menghidupkan semangat “belajar dari huruf, membenahi bacaan, lalu mencintai Al-Qur’an.” Dari ketelitian membaca satu huruf hingga memahami panjang dan pendeknya bacaan, diharapkan lahir kebiasaan membaca Al-Qur’an dengan lebih baik dan benar. KUA Curup Utara pun berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan di tengah kehidupan masyarakat.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #IlmuTajwid#PenyuluhAgamaIslamBergerak#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara



