Narasumber Parenting, PAI Curup Tengah Sampaikan Kendala dan Hambatan Perempuan Rentan di Desa
Rejang Lebong (Humas) – Berbagai persoalan yang dihadapi perempuan di lingkungan pedesaan menjadi perhatian dalam kegiatan parenting yang menghadirkan Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Curup Tengah, Mariyati, S.Pd.I sebagai narasumber, bertempat di Balai Desa Rimbo Recap, Selasa (22/09). Dalam kesempatan tersebut, PAI Curup Tengah menyampaikan sejumlah kendala dan hambatan yang dapat membuat perempuan berada dalam kondisi rentan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Di hadapan peserta parenting, PAI Curup Tengah, Mariyati, S.Pd.I menjelaskan bahwa perempuan di desa memiliki peran penting dalam keluarga dan kehidupan sosial masyarakat. Namun, dalam menjalankan peran tersebut, masih terdapat berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses terhadap informasi, pendidikan, layanan, hingga persoalan ekonomi dan pengambilan keputusan dalam keluarga.
“Perempuan memiliki peran yang sangat besar dalam membangun keluarga. Karena itu, berbagai hambatan yang mereka hadapi perlu dipahami bersama agar dapat dicarikan solusi secara tepat dan tidak dibiarkan berlarut-larut,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kerentanan perempuan. Ketergantungan ekonomi, keterbatasan kesempatan memperoleh penghasilan, serta kurangnya akses terhadap pemberdayaan dapat membuat sebagian perempuan memiliki ruang yang terbatas untuk menentukan pilihan dalam kehidupan keluarga.
Selain persoalan ekonomi, PAI Curup Tengah juga menyoroti pentingnya meningkatkan literasi perempuan mengenai hak-hak mereka, kesehatan keluarga, administrasi kependudukan, perkawinan, serta akses terhadap berbagai layanan yang tersedia. Pengetahuan tersebut diperlukan agar perempuan mampu mengambil keputusan secara lebih tepat dan memperoleh perlindungan ketika menghadapi persoalan.
Hambatan lainnya dapat muncul dari lingkungan sosial dan budaya. Pola komunikasi dalam keluarga yang kurang terbuka, stigma terhadap perempuan yang menghadapi persoalan rumah tangga, serta minimnya keberanian untuk menyampaikan masalah terkadang membuat persoalan yang dihadapi perempuan semakin sulit ditangani.
Dalam kegiatan tersebut, PAI Curup Tengah mengajak para orang tua dan masyarakat untuk membangun lingkungan yang lebih peduli terhadap perempuan dan anak. Keluarga diharapkan menjadi tempat pertama yang memberikan rasa aman, dukungan, dan ruang komunikasi bagi setiap anggotanya.
Dari perspektif keagamaan, PAI Curup Tengah menegaskan bahwa penghormatan terhadap perempuan, perlindungan terhadap anak, serta terciptanya hubungan yang saling menghargai merupakan bagian penting dalam membangun keluarga yang sakinah. Nilai-nilai agama perlu diterapkan tidak hanya dalam bentuk ibadah, tetapi juga dalam perilaku sehari-hari di lingkungan keluarga dan masyarakat.
PAI Curup Tengah juga menekankan bahwa penyelesaian berbagai persoalan perempuan rentan membutuhkan kolaborasi. Pemerintah desa, tokoh agama, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, keluarga, serta lembaga terkait perlu membangun komunikasi dan koordinasi sehingga perempuan yang membutuhkan bantuan dapat memperoleh pendampingan sesuai kebutuhannya.
Melalui kegiatan parenting tersebut, diharapkan para peserta semakin memahami berbagai tantangan yang dihadapi perempuan di lingkungan pedesaan sekaligus mampu mengambil peran dalam menciptakan lingkungan keluarga dan masyarakat yang aman, inklusif, serta memberikan ruang bagi perempuan dan anak untuk tumbuh dan berkembang secara bermartabat.
(Ebit/Edwinsya)Hastag : #PenyuluhAgamaIslam#KUACurupTengah#Berdaya#
From : KUA Curup Tengah


