Hari Pertama STS, Murid MTsN 2 Rejang Lebong Tetap Fokus Meski Hadapi Kendala Perangkat
Rejang Lebong, (Humas) — Pelaksanaan hari pertama Sumatif Tengah Semester (STS) Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027 di MTsN 2 Rejang Lebong dilaksanakan berbasis Android pada Senin (21/9). Pada hari pertama, murid mengikuti ujian mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ), dan Fiqih.
Ujian berlangsung di lingkungan MTsN 2 Rejang Lebong dengan menggunakan aplikasi RDEV Exambro. Sejumlah guru bertugas sebagai pengawas untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan tertib dan sesuai dengan ketentuan yang telah disiapkan.
Pengawasan ujian pada hari pertama melibatkan Jauhari, S.H.I., Gr.; Resman Suyadi, S.Pd.I., Gr.; Apriliandi, M.Pd., Gr.; Jamilawati, S.Pd.I.; Arleka Pratami, M.Pd., Gr.; Fitria Sandora, S.Pd., Gr.; dan Rahayu Nengsih, S.Pd.I., Gr.
Pada pelaksanaan hari pertama, terdapat sejumlah kendala teknis yang dihadapi. Salah satunya terjadi pada barcode soal untuk kelas 8 dan 9 yang tidak dapat dipindai. Kondisi tersebut disebabkan oleh situs yang digunakan untuk membuat barcode tidak menggunakan layanan premium sehingga barcode tidak dapat berfungsi sebagaimana yang diharapkan.
Untuk mengatasi kendala tersebut, pengawas dan proktor segera mengambil langkah alternatif dengan mengarahkan murid untuk memasukkan link URL soal secara langsung. Dengan langkah tersebut, murid tetap dapat mengakses soal dan melanjutkan ujian tanpa harus menunggu terlalu lama.
Selain kendala barcode, beberapa murid juga mengalami permasalahan pada perangkat yang digunakan, seperti baterai HP yang sudah menurun kondisinya, perangkat yang berjalan lambat, serta kendala jaringan atau sinyal internet.
Kendala tersebut dapat ditangani melalui koordinasi dan respons cepat dari pengawas serta tim proktor. M. Ali Saputra, S.Pd., Gr.; Ririn Pebriyanti, S.Pd., Gr.; dan Ade Sonnie Aglesia, M.Pd., turut membantu menangani berbagai persoalan teknis yang muncul selama ujian berlangsung.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., MM, melalui Waka Akademik, Apriliandi, M.Pd., Gr., mengapresiasi kerja sama pengawas dan proktor dalam menghadapi berbagai kendala pada hari pertama pelaksanaan STS berbasis Android.
“Dalam pelaksanaan ujian berbasis teknologi, tentu ada kemungkinan ditemukan kendala teknis. Yang penting adalah bagaimana kita merespons kendala tersebut dengan cepat dan mencari solusi agar proses ujian tetap berjalan. Terima kasih kepada pengawas dan proktor yang telah sigap membantu sehingga murid tetap dapat mengikuti ujian dengan baik,” ungkap April.
Menurutnya, pengalaman pada hari pertama juga menjadi bahan evaluasi bagi madrasah untuk melakukan penyempurnaan teknis pada pelaksanaan STS berikutnya. Setiap kendala yang ditemukan dapat menjadi bahan pembelajaran untuk memastikan persiapan perangkat, akses soal, jaringan, dan mekanisme ujian semakin baik.
Di tengah berbagai kendala tersebut, murid tetap diarahkan untuk fokus mengerjakan soal sesuai mata pelajaran yang diujikan. Pengawas juga memberikan pendampingan ketika murid mengalami kesulitan teknis sehingga persoalan perangkat tidak mengganggu proses pengerjaan lebih lama dari yang diperlukan.
Pelaksanaan STS berbasis Android ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi dalam proses evaluasi pembelajaran di MTsN 2 Rejang Lebong. Dengan adanya evaluasi dari pelaksanaan hari pertama, madrasah akan terus melakukan perbaikan teknis agar rangkaian STS selanjutnya dapat berlangsung semakin tertib dan lancar.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2



