Usai Salat Dhuha, Murid MTsN 2 Rejang Lebong Diingatkan Siap Hadapi STS dengan Sungguh-Sungg
Rejang Lebong, (Humas) — Usai melaksanakan salat Dhuha berjamaah di Mushola MTsN 2 Rejang Lebong, Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, Apriliandi, M.Pd., Gr., menyampaikan sejumlah arahan kepada seluruh murid, Senin (21/9).
Dalam arahannya, Apriliandi terlebih dahulu mengingatkan murid agar semakin serius dalam menjalankan ibadah. Ia menekankan pentingnya mengikuti kegiatan ibadah tepat waktu dan tidak datang terlambat.
Menurutnya, kedisiplinan dalam beribadah merupakan salah satu bentuk pembiasaan yang perlu dibangun sejak di bangku madrasah. Murid diharapkan tidak hanya hadir dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga mengikuti ibadah dengan sungguh-sungguh dan penuh kesadaran.
“Kalau sudah waktunya beribadah, jangan ditunda dan jangan sampai terlambat. Mari kita serius dalam beribadah karena kedisiplinan itu juga harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Apriliandi.
Setelah memberikan pembinaan keagamaan, Apriliandi menginformasikan bahwa Senin, 21 September 2026, merupakan hari pertama pelaksanaan Sumatif Tengah Semester (STS) Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027. Berbeda dengan pelaksanaan ujian berbasis kertas sebelumnya, STS kali ini dilaksanakan berbasis Android dengan menggunakan aplikasi RDEV Exambro.
Murid diingatkan untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya sebelum mengikuti ujian. Selain mempelajari materi di rumah, murid juga diminta memastikan perangkat yang digunakan dalam kondisi siap.
Apriliandi secara khusus mengingatkan murid untuk mempersiapkan HP Android dengan baterai penuh serta memastikan ketersediaan kuota internet sebelum ujian dimulai. Persiapan teknis tersebut penting agar murid dapat mengikuti proses ujian dengan lebih lancar dan fokus pada pengerjaan soal.
Ia juga berpesan agar murid mengerjakan STS dengan serius, jujur, dan tidak terburu-buru. Persiapan menghadapi ujian tidak hanya dilakukan pada saat berada di madrasah, tetapi juga perlu dilakukan sejak di rumah dengan belajar dan mengulang kembali materi yang telah dipelajari.
“Belajarlah di rumah, persiapkan HP dengan baik pastikan baterai terisi penuh dan ada kuota internet, dan ketika ujian nanti kerjakan dengan serius. Jangan lupa berdoa sebelum memulai dan minta doa serta restu dari orang tua. Semoga apa yang sudah dipelajari dapat memberikan hasil yang baik,” lanjut Apriliandi.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., MM, melalui Waka Humas, Ririn Pebriyanti, S.Pd., Gr., menyampaikan bahwa pembinaan seperti yang diberikan setelah salat Dhuha menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan murid, baik secara spiritual maupun akademik.
“Kami ingin murid mempersiapkan ujian secara utuh. Bukan hanya belajar dan menyiapkan perangkat, tetapi juga menjaga ibadah, berdoa, serta meminta doa orang tua. Kesiapan lahir dan batin akan membantu murid menjalani setiap proses pembelajaran dengan lebih baik,” ungkap Ririn.
Ia juga mengingatkan agar murid tidak menjadikan STS semata-mata sebagai kegiatan mengejar nilai. Hasil ujian dapat menjadi bahan bagi murid untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki.
Dengan dimulainya STS Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027, seluruh murid diharapkan mengikuti rangkaian ujian dengan penuh tanggung jawab. Persiapan yang baik, kedisiplinan, kejujuran, doa, serta dukungan orang tua menjadi bagian dari ikhtiar yang dapat dilakukan murid dalam menghadapi ujian.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2



