Sosok di Balik Logo Harlah ke-6 Pondok Pesantren Darul Maarif NU Rejang Lebong, Hobi Desain yang Berbuah Karya Ikonik
Rejang Lebong, (Humas) - Di balik tampilan Logo Harlah ke-6 Pondok Pesantren Darul Ma’arif Nahdlatul Ulama Kabupaten Rejang Lebong yang terlihat elegan, penuh warna, dan sarat makna, terdapat sosok yang tidak asing bagi keluarga besar Pondok Pesantren dan madrasah, yakni Kepala Madrasah Aliyah Darul Ma’arif NU Rejang Lebong. (14/9)
Logo Harlah ke-6 ini lahir dari kreativitas dan kecintaan terhadap dunia desain grafis yang telah menjadi salah satu hobi yang ditekuni sejak lama. Bagi sang pencipta, desain bukan sekadar membuat sebuah gambar terlihat indah, tetapi bagaimana sebuah karya mampu menyampaikan identitas, sejarah, semangat, dan cita-cita sebuah lembaga.
Menariknya, ketertarikan terhadap dunia desain grafis tersebut bukan baru muncul di era teknologi digital yang serba mudah seperti sekarang. Jauh sebelum berbagai aplikasi desain hadir dengan beragam fitur instan dan kecerdasan buatan berkembang pesat, kegemaran tersebut telah dimulai sejak masa sekolah dasar.
Dari masa itulah proses belajar desain dilakukan secara bertahap, salah satunya dengan menggunakan Adobe Photoshop. Belajar secara mandiri, mencoba berbagai teknik, mengenal bentuk, warna, tulisan, hingga menyusun berbagai elemen visual menjadi sebuah karya menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam menekuni dunia desain grafis.
Pengalaman yang dibangun sejak usia sekolah tersebut kemudian terus berkembang dan menjadi keterampilan yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai kebutuhan, termasuk dalam menciptakan identitas visual bagi lembaga.
Dalam pembuatan Logo Harlah ke-6 Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, pengalaman dan kreativitas tersebut dituangkan menjadi sebuah desain yang tidak hanya mengedepankan estetika, tetapi juga memiliki filosofi di setiap elemennya.
Ujung daun berwarna merah-ungu menggambarkan semangat, keberanian, cita-cita, kreativitas, dan inovasi. Daun atau gelombang hijau merepresentasikan pertumbuhan, keberkahan, serta kesinambungan ilmu. Garis putih-kuning menjadi simbol kesucian niat, kejernihan ilmu, dan cahaya Islam. Lingkaran di bagian tengah menggambarkan persatuan dan kebersamaan, sementara bentuk keseluruhan angka 6 menjadi simbol enam tahun perjalanan Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong.
Dengan demikian, logo ini bukan sekadar identitas visual untuk memperingati Harlah ke-6. Ia menjadi sebuah cerita yang divisualisasikan melalui bentuk, warna, dan simbol. Sebuah karya yang merekam perjalanan enam tahun pesantren sekaligus membawa pesan tentang ilmu, akhlak, ukhuwah, Nahdlatul Ulama, dan harapan untuk masa depan.
Karya ini juga menjadi bukti bahwa hobi yang ditekuni sejak dini dapat tumbuh menjadi keterampilan yang memberikan manfaat. Dari belajar desain secara sederhana menggunakan Photoshop sejak masa sekolah dasar, hingga kini dapat menuangkan gagasan dalam sebuah logo yang menjadi identitas peringatan Harlah ke-6 Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong.
(De/Edwinsya)Hastag : #HarlahDarulMaariNU6 #MADarulMaarifNU #LogoHarlah #DesainGrafis #GenerasiQurani
From : MA Darul Maarif NU


