Bimluh MT Nurul Qomar, PAI Curup Tengah Bahas Enam Perkara Merusak Amal
Rejang Lebong (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Curup Tengah kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) bersama jamaah Majelis Taklim (MT) Nurul Qomar Kelurahan Kampung Jawa, Rabu (09/09). Dalam kegiatan tersebut, PAI mengajak jamaah untuk melakukan introspeksi diri melalui pembahasan tentang enam perkara yang dapat merusak amal kebaikan.
Materi tersebut disampaikan sebagai pengingat bahwa beramal tidak hanya berkaitan dengan banyaknya ibadah yang dilakukan, tetapi juga bagaimana menjaga keikhlasan, niat, serta perilaku setelah melaksanakan amal. Sebab, amal yang dilakukan dengan susah payah perlu dijaga agar tidak kehilangan nilai dan keberkahannya.
Dalam tausiah, PAI Curup Tengah, Siti Robi’ah, S.Pd.I menguraikan enam perkara yang perlu diwaspadai karena dapat menjadi penghalang keberkahan amal, yaitu riya, ujub, sum'ah, mengungkit-ungkit kebaikan, menyakiti hati orang lain, dan tidak ikhlas dalam beramal.
Riya merupakan sikap melakukan amal karena ingin dilihat atau mendapatkan pujian dari manusia. Sementara ujub adalah merasa kagum terhadap diri sendiri dan menganggap amal yang dilakukan sudah banyak atau lebih baik dibandingkan orang lain. Adapun sum'ah berkaitan dengan keinginan agar kebaikan yang dilakukan diketahui dan mendapatkan pengakuan dari orang lain.
PAI juga mengingatkan bahaya mengungkit-ungkit kebaikan yang pernah diberikan kepada orang lain. Perbuatan tersebut dapat menghilangkan ketulusan dan bahkan menyakiti perasaan orang yang pernah menerima bantuan. Demikian pula menyakiti hati sesama setelah melakukan kebaikan menjadi hal yang harus dihindari.
“Jangan sampai amal yang kita kerjakan dengan susah payah justru rusak karena niat yang tidak benar, ingin dipuji, merasa paling baik, atau mengungkit kebaikan. Mari kita belajar menjaga hati dan senantiasa memperbaiki niat karena Allah SWT,” pesan Siti.
Dalam kesempatan tersebut, jamaah diajak untuk menjadikan setiap amal sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ketika berbuat baik, seseorang hendaknya tidak terlalu berharap kepada pujian manusia, melainkan mengharapkan keridaan Allah SWT.
PAI juga menekankan pentingnya muhasabah atau evaluasi diri. Setiap muslim perlu secara berkala memeriksa niat dan perilakunya, terutama setelah melakukan ibadah maupun kebaikan kepada sesama. Dengan muhasabah, seseorang dapat mengetahui kekurangan dalam dirinya dan berusaha memperbaikinya.
Kegiatan Bimluh bersama MT Nurul Qomar berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Jamaah mengikuti materi dengan antusias dan mendapatkan kesempatan untuk merefleksikan kembali berbagai kebiasaan yang mungkin tanpa disadari dapat mengurangi nilai amal.
Bagi PAI Curup Tengah, pembinaan melalui majelis taklim merupakan bagian dari upaya membangun masyarakat yang tidak hanya rajin beribadah, tetapi juga memiliki akhlak dan kepekaan sosial. Amal yang baik diharapkan lahir dari hati yang ikhlas serta diwujudkan melalui perilaku yang membawa manfaat bagi orang lain.
Melalui Bimluh tersebut, PAI Curup Tengah berharap jamaah MT Nurul Qomar semakin berhati-hati dalam menjaga niat dan amal. Dengan keikhlasan, rendah hati, serta menjauhi perilaku yang dapat merusak amal, setiap kebaikan diharapkan menjadi amal saleh yang bernilai di sisi Allah SWT.
(Ebit/Edwinsya)Hastag : #PenyuluhAgamaIslam#KUACurupTengah#Berdaya#
From : KUA Curup Tengah



