Bimbingan Pra Nikah di SMAN 7, Kakan Kemenag Rejang Lebong Dorong Remaja Matangkan Diri Sebelum Menikah
Rejang Lebong (HUMAS) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rejang Lebong, Dr. H. Rahman Umar, S.Ag., M.Pd.I., menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan Bimbingan Pra Nikah bagi Remaja yang diselenggarakan Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja dan Keluarga (KPPRK) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rejang Lebong di SMA Negeri 7 Rejang Lebong, Rabu (9/9).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Menata Hati, Menjaga Kehormatan, Merajut Cita-Cita dan Mempersiapkan Generasi Beriman Menuju Keluarga Sakinah.” Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi para remaja untuk memahami pentingnya mempersiapkan diri secara matang sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.
Ketua MUI Kabupaten Rejang Lebong, H. Muhammad Abu Dzar, Lc., M.H.I., hadir sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Turut hadir Kepala SMA Negeri 7 Rejang Lebong beserta para guru dan siswa-siswi yang mengikuti kegiatan tersebut.
Bimbingan pra nikah ini menghadirkan dua pemateri, yakni Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Rejang Lebong, Dr. H. Rahman Umar, dan Ketua MUI Kabupaten Rejang Lebong, H. Muhammad Abu Dzar.
Dalam materi pertama, Kakan Kemenag Rejang Lebong menjelaskan tiga pilar utama dalam membangun keluarga sakinah, yaitu sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Rahman menjelaskan, sakinah merupakan ketenangan dan kedamaian jiwa yang tumbuh ketika pasangan mampu saling melengkapi, mengayomi, serta memberikan rasa aman, baik secara lahir maupun batin.
Selanjutnya, mawaddah merupakan rasa cinta dan kasih sayang yang kuat dalam kehidupan rumah tangga. Rasa tersebut diwujudkan melalui perhatian, kepedulian, romantisme, serta ketertarikan secara fisik dan emosional.
Sementara rahmah merupakan kasih sayang yang mendalam, disertai kesabaran dan kepedulian yang tulus, terutama ketika pasangan menghadapi berbagai ujian dan masa-masa sulit dalam kehidupan berumah tangga.
Di hadapan para siswa, Rahman juga mengingatkan agar remaja tidak terburu-buru dalam menentukan pasangan hidup. Menurutnya, membangun rumah tangga membutuhkan kesiapan dan pertimbangan yang matang.
“Jangan terburu-buru dalam memilih pasangan. Pertimbangkan kematangan usia, pendidikan, kondisi ekonomi, serta kesiapan diri. Dengan persiapan yang baik, insyaallah kehidupan rumah tangga akan lebih mudah diarahkan menuju kebahagiaan,” pesannya.
Ia menekankan bahwa masa remaja merupakan waktu yang tepat untuk mempersiapkan masa depan, meningkatkan pendidikan, membangun karakter, menjaga kehormatan diri, dan memperkuat keimanan.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memahami makna pernikahan dari sisi agama, tetapi juga menyadari bahwa pernikahan merupakan amanah dan tanggung jawab besar yang memerlukan kesiapan mental, emosional, sosial, ekonomi, dan spiritual.
Kegiatan Bimbingan Pra Nikah bagi Remaja ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk lebih bijak dalam menjalani masa remaja sekaligus mempersiapkan diri menuju kehidupan keluarga yang harmonis, beriman, dan penuh kasih sayang.
(Prada/Prada Utama, S.I.Kom)Hastag : #kemenagrl #rejanglebong
From : Kemenag


.jpg)