Penyuluh Agama Kemenag Rejang Lebong Hadiri Pertemuan Lintas Sektor Pencegahan Kematian Ibu dan Bayi
Rejang Lebong (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Rojauna, menghadiri kegiatan pertemuan lintas sektor dalam rangka evaluasi puskesmas dan rumah sakit terkait pencegahan dan penanganan penyebab utama kematian ibu dan bayi. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pola Pemerintah Daerah Kabupaten Rejang Lebong, Senin (7/9).
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Rejang Lebong. Upaya tersebut dilakukan melalui Analisis Data serta pengkajian kasus ibu dan anak melalui Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMPSR).
Melalui kegiatan AMPSR, setiap kasus kematian ibu dan bayi ditelusuri secara komprehensif untuk mengetahui penyebab serta faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Hasil analisis tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut bagi para pemangku kebijakan serta instansi terkait.
Langkah ini diharapkan dapat mencegah terulangnya kasus kematian ibu dan bayi dengan penyebab yang sama pada masa mendatang. Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang semakin optimal.
Pertemuan Evaluasi Puskesmas dan Rumah Sakit dalam Pencegahan dan Penanganan Penyebab Utama Kematian Ibu dan Bayi Triwulan II Kabupaten Rejang Lebong tersebut dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor.
Turut hadir perwakilan RSUD Curup, RS Annisa, RS Assalam, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB), Poltekkes, Tim Penggerak PKK, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, serta tamu undangan lainnya.
Kehadiran Kementerian Agama dalam kegiatan tersebut menunjukkan komitmen untuk turut berperan aktif dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan ibu dan anak.
Usai mengikuti kegiatan, Penyuluh Agama Islam Kantor Kemenag Rejang Lebong, Rojauna, menyampaikan bahwa persoalan kesehatan ibu dan anak membutuhkan perhatian serta keterlibatan seluruh pihak, tidak hanya tenaga kesehatan, tetapi juga tokoh agama, keluarga, dan masyarakat.
Menurutnya, penyuluh agama memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui pendekatan keagamaan. Nilai-nilai agama dapat menjadi salah satu sarana untuk membangun kesadaran keluarga agar lebih peduli terhadap kesehatan ibu sejak masa kehamilan hingga proses persalinan dan tumbuh kembang anak.
“Kegiatan lintas sektor seperti ini sangat penting karena persoalan kematian ibu dan bayi merupakan tanggung jawab bersama. Melalui sinergi antarinstansi, diharapkan langkah pencegahan dapat dilakukan secara lebih maksimal dan tepat sasaran,” ujar Rojauna.
Ia juga menegaskan bahwa Kementerian Agama, melalui para penyuluh agama, siap mendukung program-program pemerintah dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat demi terwujudnya keluarga yang sehat, berkualitas, dan sejahtera.
Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi masyarakat, tokoh agama, serta seluruh elemen terkait, diharapkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Rejang Lebong dapat terus ditekan serta kualitas kesehatan masyarakat semakin meningkat.
(Prada/Prada Utama, S.I.Kom)
Hastag : #kemenagrl #rejanglebong
From : Kemenag


.jpeg)
