Bukan Sekadar Hafal! PAI KUA Curup Utara Gembleng Santri TPQ Nurul Islam Baca 4 Surah Pendek dengan Tajwid yang Benar
Rejang Lebong (Humas) – Tidak cukup hanya hafal, bacaan Al-Qur’an juga harus tepat. Pesan inilah yang ditekankan Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Curup Utara, Siti Rodiatul Kholidawati, S.H.I, saat memberikan bimbingan penyuluhan kepada santri TPQ Nurul Islam pada Senin malam (29/8).
Dalam kegiatan tersebut, para santri dibimbing membaca empat surah pendek, yakni Surah An-Naas, Al-Falaq, Al-Ikhlas, dan Al-Kafirun. Bimbingan tidak hanya diarahkan pada kelancaran hafalan, tetapi juga pada ketepatan makhraj, panjang-pendek bacaan, serta penerapan kaidah tajwid.
Sejak awal kegiatan, para santri diajak membaca secara bersama-sama. Setelah itu, bacaan diperiksa dan diperbaiki secara bertahap. Kesalahan pengucapan maupun penerapan panjang-pendek bacaan menjadi perhatian agar para santri terbiasa membaca Al-Qur’an dengan benar sejak usia dini.
Siti Rodiatul Kholidawati menjelaskan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an tidak cukup diukur dari seberapa banyak surah yang mampu dihafal. Menurutnya, hafalan harus berjalan seiring dengan kemampuan membaca sesuai kaidah yang benar.
“Anak-anak jangan hanya mengejar hafalan. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana mereka mampu membaca dengan makhraj dan tajwid yang benar. Karena itu, setiap bacaan perlu dilatih dan diperbaiki secara terus-menerus,” ujarnya.
Ia juga memberikan motivasi kepada para santri agar tidak takut melakukan kesalahan ketika belajar membaca Al-Qur’an. Kesalahan, menurutnya, merupakan bagian dari proses belajar yang harus diperbaiki dengan sabar dan berulang.
“Tidak apa-apa kalau masih ada yang salah. Justru dari kesalahan itu kita belajar. Yang penting terus membaca, mau dikoreksi, dan berusaha memperbaiki bacaan sedikit demi sedikit,” tambahnya.
Empat surah yang menjadi materi bimbingan dipilih karena dekat dengan aktivitas ibadah sehari-hari dan sering dibaca dalam berbagai kesempatan. Dengan penguatan bacaan tersebut, para santri diharapkan tidak hanya mampu menghafalnya, tetapi juga memahami pentingnya membaca setiap ayat dengan pelafalan yang tepat.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh semangat. Para santri mengikuti arahan dengan antusias, kemudian mengulang bacaan hingga memperoleh pelafalan yang lebih baik. Metode pembelajaran dilakukan secara langsung melalui contoh bacaan, pengulangan, koreksi, dan praktik bersama.
Bimbingan ini menjadi bagian dari ikhtiar PAI KUA Curup Utara dalam memperkuat Gerakan Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an sekaligus membangun generasi yang tidak hanya dekat dengan Al-Qur’an, tetapi juga mampu membacanya dengan baik dan benar.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan di TPQ, diharapkan para santri Nurul Islam semakin percaya diri membaca Al-Qur’an, memiliki dasar tajwid yang kuat, serta tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #IlmuTajwid#PenyuluhAgamaIslamBergerak#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara



