Bukan Sekadar Bisa Baca! PAI KUA Curup Utara Gembleng Anak-Anak Batu Panco Kuasai Iqro 2, Panjang-Pendek hingga Penyambungan Huruf
Rejang Lebong (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Curup Utara, Desi Marlina, S.Pd.I, memberikan bimbingan penyuluhan kepada anak-anak Desa Batu Panco, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, Senin (31/8), dengan fokus meningkatkan kemampuan membaca Iqro 2 secara benar, terutama dalam mengenali penyambungan huruf serta membedakan bacaan panjang dan pendek. Pembinaan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya PAI KUA Curup Utara memperkuat kemampuan dasar baca Al-Qur’an sejak usia dini.
Bimbingan tidak diarahkan sekadar agar anak-anak mampu menyelesaikan halaman demi halaman Iqro. Lebih dari itu, mereka dilatih untuk teliti membaca, tepat mengenali bentuk huruf ketika bersambung, dan tidak sembarangan dalam menentukan panjang-pendek bacaan.
Desi Marlina memberikan contoh bacaan secara langsung, kemudian meminta anak-anak mengikuti dan mengulanginya. Satu per satu bacaan diperhatikan untuk mengetahui bagian yang masih perlu diperbaiki. Pola pembelajaran dilakukan secara bertahap agar anak tidak merasa terbebani, tetapi tetap memahami pentingnya ketepatan membaca.
“Kita tidak ingin anak-anak hanya mengejar cepat tamat Iqro. Yang kita bangun adalah kebiasaan membaca dengan benar sejak dari dasar. Ketika huruf mulai bersambung, anak harus mengenali bentuknya, kemudian memperhatikan bagaimana membacanya, termasuk panjang dan pendeknya,” ujar Desi.
Menurutnya, pembiasaan sejak Iqro 2 sangat penting karena kemampuan membaca Al-Qur’an tidak terbentuk secara instan. Anak membutuhkan latihan berulang, contoh yang benar, serta pendampingan yang sabar agar kesalahan dalam membaca tidak menjadi kebiasaan.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak juga diberi kesempatan membaca secara bergantian. Ketika terdapat kesalahan dalam penyambungan huruf atau panjang-pendek bacaan, Desi memberikan koreksi dan contoh kembali. Anak kemudian mengulang bacaan sampai lebih tepat.
Metode tersebut membuat proses pembelajaran berlangsung interaktif. Anak-anak tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi langsung mempraktikkan apa yang dipelajari. Dengan demikian, setiap kesalahan menjadi bagian dari proses belajar untuk menghasilkan bacaan yang semakin baik.
“Saya berharap anak-anak Desa Batu Panco terus semangat belajar. Jangan takut salah ketika membaca, karena dari kesalahan itulah kita belajar memperbaiki bacaan. Yang terpenting adalah terus berlatih, sabar mengikuti proses, dan membiasakan membaca Al-Qur’an dengan benar,” pesan Desi.
Bimbingan Iqro 2 tersebut menjadi langkah kecil yang memiliki makna besar. Sebab, kemampuan membaca Al-Qur’an yang baik berawal dari penguasaan dasar yang kuat. Mengenali huruf, menyambungkannya, memahami panjang-pendek bacaan, kemudian membacanya dengan lancar merupakan tahapan yang perlu dilalui secara konsisten.
Bagi PAI KUA Curup Utara, pembinaan seperti ini bukan hanya kegiatan mengajar membaca Iqro, tetapi juga bagian dari ikhtiar menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini. Anak-anak dikenalkan bahwa membaca Al-Qur’an membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan kemauan untuk terus belajar.
Dari Desa Batu Panco, ikhtiar itu terus ditumbuhkan. Satu huruf yang berhasil dibaca dengan benar, satu sambungan yang berhasil dipahami, dan satu bacaan panjang yang tepat hari ini bisa menjadi bekal bagi lahirnya generasi yang lebih dekat dengan Al-Qur’an di masa depan.
Karena sejatinya, perjalanan menuju Al-Qur’an tidak selalu dimulai dengan langkah besar. Ia bisa dimulai dari sebuah Iqro, dari satu huruf, dari satu bacaan yang diperbaiki lalu tumbuh menjadi kecintaan yang melekat sepanjang kehidupan.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #PenyuluhAgamaIslamBergerak#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara



