Enam Pasang Calon Pengantin Ikuti Bimbingan Pra Perkawinan di KUA Padang Ulak Tanding
Rejang Lebong (Humas) - Sebanyak Ennam pasangan calon pengantin (catin) mengikuti kegiatan Bimbingan Pra Perkawinan yang dilaksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT), Kabupaten Rejang Lebong, Selasa (1/9).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut merupakan bagian dari upaya KUA Kecamatan Padang Ulak Tanding dalam memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman kepada calon pengantin sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Bimbingan ini diharapkan dapat membantu pasangan membangun keluarga yang bahagia, harmonis, sehat, dan berlandaskan nilai-nilai agama.
Dalam kegiatan tersebut, para Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Padang Ulak Tanding, yakni Haikal S.Ag., Faik S.Ag., Leni Purwati S.Kom.I., dan Ellvi Rarosa Nasution S Pd I, secara bergiliran memberikan materi kepada seluruh peserta.
Para penyuluh menjelaskan bahwa rumah tangga yang bahagia setidaknya dibangun di atas dua tiang utama. Pertama, ketakwaan kepada Allah SWT, yang diwujudkan melalui ketaatan suami dan istri dalam menjalankan perintah serta menjauhi larangan Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.
Tiang kedua adalah kekuatan ekonomi keluarga, yang diwujudkan melalui pemenuhan kewajiban nafkah dan pengelolaan ekonomi rumah tangga secara bertanggung jawab. Menurut para penyuluh, kedua hal tersebut perlu berjalan beriringan agar keluarga memiliki fondasi yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga pergaulan dan komunikasi antara suami dan istri. Keharmonisan rumah tangga perlu dibangun dengan mengedepankan kejujuran, saling menghargai, komunikasi yang baik, serta akhlak mulia.
Selain materi tentang kehidupan berumah tangga, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai tata cara bersuci yang benar. Salah satu materi yang diberikan adalah niat dan tata cara mandi junub sesuai tuntunan syariat Islam. Materi tersebut tidak hanya dijelaskan secara teori, tetapi juga diperagakan secara langsung oleh Penyuluh Agama Islam, Faik S.Ag., sehingga peserta dapat memahami tata cara pelaksanaannya dengan lebih baik.
Ennam pasangan calon pengantin yang mengikuti bimbingan tersebut berasal dari sejumlah desa di Kecamatan Padang Ulak Tanding. Mereka adalah M. Andi Radius dan Titi Eka Lestari dari Desa Belumai II; Genta Eka Wibaya dan Nova Yeyentri; Aldi Saputra dan Suci Sunia dari Desa Guru Agung; Muhammad Zaki Irfanilah dan Siska Deltia Sari dari Desa Tanjung Sanai II, dan Meilian Pratama dan Kina dari Desa Tanjung Sanai I serta Yudi Hartono dengan Saleba Saputri dari desa Muara Telita.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Padang Ulak Tanding, Sarno S.Ag., mengharapkan agar seluruh Penyuluh Agama Islam yang berjumlah empat orang terus berperan aktif memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada calon pengantin.
Ia meminta agar kegiatan penyuluhan dilaksanakan secara bergiliran sesuai jadwal yang telah diatur, sehingga seluruh penyuluh dapat mengambil bagian dan bekerja sama dalam memberikan pembekalan kepada calon pengantin.
Menurutnya, bimbingan pra perkawinan merupakan bagian penting dalam mempersiapkan pasangan sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Dengan bekal agama, pengetahuan, komunikasi, dan pemahaman mengenai tanggung jawab masing-masing, diharapkan pasangan mampu membangun keluarga yang sakinah, harmonis, dan mampu menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Mewakili seluruh calon pengantin yang hadir, M. Andi Radius dan Titi Eka Lestari menyampaikan ucapan terima kasih kepada para Penyuluh Agama Islam atas bimbingan serta pengetahuan yang telah diberikan.mereka berharap seluruh materi yang disampaikan dapat menjadi pelajaran sekaligus pedoman dalam menjalani kehidupan rumah tangga ke depan.Semoga bimbingan ini menjadi pelajaran dan pedoman bagi kami untuk membangun keluarga yang sehat, bahagia, harmonis, dan abadi selamanya,ungkapnya.
(Haikal/Edwinsya)Hastag : #Kemenagrejanglebong
From : KUA P. Ulak Tanding



