Plot Twist from Allah! Penghulu KUA Curup Utara Sugito Bawa Pesan Takdir dan Hikmah Lewat Dauroh Tadabbur Al-Qur’an
Rejang Lebong (Humas) — Takdir tidak selalu berjalan sesuai skenario manusia, tetapi setiap perubahan arah kehidupan selalu berada dalam pengetahuan Allah SWT. Pesan tersebut menjadi benang merah dalam Dauroh Tadabbur Tematik Al-Qur’an bertema “Plot Twist from Allah” yang digelar pada Minggu (30/8) dengan Penghulu KUA Curup Utara Sugito, S.H.I., M.H.I. sebagai pemateri dan diikuti Penyuluh Agama Islam Yessy Misra, S.Pd.I., sebagai bagian dari penguatan pemahaman Al-Qur’an dan refleksi spiritual.
Mengangkat tema “Plot Twist from Allah”, kegiatan ini mengajak peserta untuk melihat berbagai kejadian tak terduga dalam kehidupan dari perspektif Al-Qur’an. Perubahan rencana, kegagalan, penantian, kehilangan maupun keberhasilan tidak semestinya hanya dilihat dari apa yang tampak di permukaan, tetapi perlu direnungkan sebagai bagian dari perjalanan yang berada dalam ketetapan Allah SWT.
Sebagai pemateri, Sugito menyampaikan bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam melihat keseluruhan perjalanan hidup. Apa yang dianggap buruk pada hari ini belum tentu buruk dalam pandangan Allah, begitu pula sesuatu yang sangat diinginkan belum tentu menjadi yang terbaik bagi kehidupan seseorang.
“Kita sering membuat skenario sendiri tentang kehidupan. Ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan, kita menganggapnya sebagai kegagalan. Padahal, bisa jadi itulah cara Allah mengarahkan kita menuju jalan yang lebih baik,” ujar Sugito.
Menurutnya, tema “Plot Twist from Allah” mengandung pesan penting tentang bagaimana seorang muslim membangun sikap husnuzan kepada Allah, terutama ketika berhadapan dengan keadaan yang tidak sesuai dengan keinginan.
Tadabbur Al-Qur’an, lanjut Sugito, tidak berhenti pada aktivitas membaca dan memahami ayat, tetapi juga bagaimana pesan tersebut mampu mengubah cara seseorang menyikapi kehidupan.
“Tadabbur mengajarkan kita untuk tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa sesuatu yang berubah adalah keburukan. Terkadang Allah menutup satu pintu bukan untuk menghukum kita, tetapi untuk mengarahkan kita kepada pintu yang lebih tepat,” jelasnya.
Dauroh tersebut menjadi ruang refleksi bagi Penghulu dan Penyuluh Agama Islam untuk memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus meningkatkan kesiapan spiritual dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Penyuluh Agama Islam KUA Curup Utara, Yessy turut mengikuti kegiatan tersebut. Keikutsertaannya menjadi bagian dari upaya memperkaya wawasan dan penghayatan terhadap nilai-nilai Al-Qur’an yang nantinya dapat menjadi bekal dalam melaksanakan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.
Bagi Penghulu dan Penyuluh, pemahaman terhadap nilai-nilai tadabbur memiliki arti penting. Sebab, dalam pelayanan keagamaan, mereka tidak hanya berhadapan dengan masyarakat yang datang membawa pertanyaan, tetapi juga dengan berbagai persoalan kehidupan yang membutuhkan pendekatan penuh hikmah, kesabaran, dan keteladanan.
Melalui tema “Plot Twist from Allah”, peserta diajak menyadari bahwa perjalanan kehidupan memiliki banyak hal yang tidak dapat diprediksi manusia. Namun, keterbatasan manusia dalam mengetahui masa depan bukan alasan untuk kehilangan harapan.
Justru di situlah iman bekerja: tetap berusaha, terus berdoa, bersabar ketika diuji, bersyukur ketika diberi nikmat, dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT.
Dauroh Tadabbur Tematik Al-Qur’an ini pun menjadi pengingat bahwa ketika kehidupan tidak berjalan sesuai rencana, bukan berarti Allah meninggalkan manusia. Bisa jadi, Allah sedang menulis babak baru yang belum mampu dilihat hikmahnya hari ini.
Bagi Penghulu Sugito dan Penyuluh Yessy, pesan tersebut menjadi bekal untuk terus menghadirkan pelayanan keagamaan yang tidak hanya berorientasi pada tugas, tetapi juga mampu memberikan ketenangan, penguatan iman, dan perspektif Qur’ani bagi masyarakat.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #Pemateri#TadabburTematikAl-Qur’anbertema
From : KUA Curup Utara



