Bukan Sekadar Peringatan! Kepala KUA Curup Utara Bawa Pesan Keteladanan Rasulullah di Maulid Masjid Mujahidin
Rejang Lebong (Humas) — Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Mujahidin, Dusun Curup, Kecamatan Curup Utara, Sabtu (29/8), bukan sekadar seremoni keagamaan. Dari mimbar masjid, Kepala KUA Curup Utara H. Bulkis, S.Th.I., M.H.I., mengajak jamaah menjadikan momentum Maulid sebagai gerakan nyata untuk menghadirkan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan H. Bulkis saat memberikan ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW di hadapan jamaah Masjid Mujahidin. Ia menegaskan bahwa mencintai Rasulullah SAW tidak cukup hanya dengan memperbanyak ungkapan cinta, membaca shalawat, maupun memperingati hari kelahiran beliau, tetapi harus dibuktikan melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau kita benar-benar mencintai Rasulullah SAW, maka akhlak beliau harus terlihat dalam kehidupan kita. Kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang dan kepedulian kepada sesama harus menjadi bagian dari diri kita,” pesan H. Bulkis.
Menurutnya, Rasulullah SAW merupakan teladan sempurna yang tidak hanya mengajarkan umat tentang ibadah, tetapi juga memberikan contoh bagaimana membangun kehidupan sosial yang harmonis. Sikap santun, menghormati orang lain, menjaga persaudaraan, menepati amanah dan memberikan kasih sayang merupakan nilai yang harus terus dirawat.
H. Bulkis mengingatkan jamaah agar peringatan Maulid tidak berhenti ketika acara selesai. Justru, nilai-nilai yang disampaikan dalam kegiatan tersebut harus dibawa pulang dan diwujudkan dalam kehidupan nyata.
“Jangan sampai setelah keluar dari masjid, semangat Maulid juga ikut tertinggal di masjid. Justru setelah Maulid inilah kita harus menunjukkan perubahan dalam diri kita,” tegasnya.
Ia mengajak jamaah memulai keteladanan Rasulullah SAW dari lingkungan paling dekat, yaitu keluarga. Menurutnya, keluarga merupakan madrasah pertama bagi anak-anak untuk mengenal nilai kejujuran, kesabaran, kasih sayang, tanggung jawab dan penghormatan kepada sesama.
Orang tua, lanjutnya, memiliki peran penting dalam memberikan contoh kepada generasi muda. Nasihat akan lebih mudah diterima apabila disertai dengan keteladanan dalam perilaku sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala KUA Curup Utara juga mengajak jamaah memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui pembelajaran terhadap perjalanan hidup dan akhlak beliau.
Menurutnya, semakin umat mengenal pribadi Rasulullah SAW, semakin besar peluang tumbuhnya kecintaan yang kemudian diwujudkan dalam perilaku. Karena itu, Maulid Nabi harus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan umat dengan ajaran Rasulullah SAW.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan ukhuwah di tengah masyarakat. Semangat persaudaraan yang dicontohkan Rasulullah SAW dinilai sangat penting untuk terus dihidupkan agar lingkungan masyarakat tetap aman, harmonis dan penuh kepedulian.
Kehadiran Kepala KUA Curup Utara dalam kegiatan Maulid Nabi di Masjid Mujahidin juga memperlihatkan bahwa KUA tidak hanya berkutat pada pelayanan administrasi pernikahan. KUA memiliki peran strategis dalam pembinaan kehidupan keagamaan dan penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan dakwah dan pembinaan umat, KUA Curup Utara terus berupaya membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya kehidupan keagamaan yang semakin kuat.
Bagi H. Bulkis, mimbar keagamaan merupakan ruang untuk menyampaikan pesan yang tidak hanya didengar, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan hati jamaah untuk melakukan perubahan.
Peringatan Maulid Nabi di Masjid Mujahidin pun ditutup dengan semangat yang sama : mengenal Rasulullah SAW, mencintai Rasulullah SAW, lalu meneladani Rasulullah SAW.
Sebab, ukuran keberhasilan Maulid bukan hanya seberapa meriah peringatannya, tetapi seberapa jauh akhlak Rasulullah SAW hidup dalam diri umat setelah peringatan itu berakhir.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #CeramahMaulidNabiSAW#MasjidMujahidin#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara


.jpeg)
