Ada Tanda Panjang, Ada Aturannya! PAI KUA Curup Utara Bimbing Ibu-Ibu MT Al Arofah Baca Iqro 2 Lebih Benar
Rejang Lebong (Humas) – Membaca Iqro bukan sekadar mengenali huruf hijaiyah, tetapi juga memahami cara menyambungkan huruf dan memperhatikan tanda baca agar pelafalan semakin tepat. Hal inilah yang menjadi fokus bimbingan Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Curup Utara, Siti Rodiatul Kholidawati, S.H.I, bersama ibu-ibu Majelis Taklim (MT) Al Arofah pada Jumat malam (28/8).
Dalam kegiatan tersebut, Siti Rodiatul Kholidawati memberikan pendampingan secara bertahap kepada peserta dalam melanjutkan pembelajaran Iqro 2, khususnya pada materi menyambungkan huruf hijaiyah ketika berada dalam rangkaian bacaan.
Peserta tidak hanya diarahkan untuk mengenali bentuk huruf, tetapi juga dilatih membaca ketika beberapa huruf bergabung menjadi satu rangkaian, sehingga bacaan tidak lagi terputus-putus. Bimbingan dilakukan dengan memberikan contoh secara langsung, kemudian peserta mengikuti dan mempraktikkannya satu per satu.
Salah satu perhatian utama dalam pembelajaran kali ini adalah ketika terdapat tanda panjang pada huruf kedua dan ketiga. Peserta diberikan pemahaman bahwa tanda panjang dalam bacaan memiliki aturan yang perlu diperhatikan, sehingga panjang-pendek suara tidak dibaca secara sembarangan.
“Dalam membaca Al-Qur’an, kita tidak hanya mengejar lancar, tetapi juga berusaha membaca dengan benar. Karena itu, ketika ada tanda panjang, harus diperhatikan cara membacanya,” ujar Siti dalam memberikan arahan kepada peserta.
Suasana pembelajaran berlangsung interaktif. Ibu-ibu MT Al Arofah tampak antusias mengikuti setiap contoh bacaan yang diberikan. Beberapa peserta juga langsung mencoba menggabungkan huruf dan membaca rangkaian tersebut dengan memperhatikan panjang-pendeknya suara.
Menurut Siti, pembelajaran Iqro secara bertahap menjadi salah satu upaya untuk membangun kemampuan dasar membaca Al-Qur’an dengan lebih baik. Kesalahan kecil dalam mengenali bentuk huruf maupun panjang-pendek bacaan perlu diperbaiki sejak tahap awal agar peserta semakin percaya diri ketika melanjutkan ke tingkat pembelajaran berikutnya.
“Tidak perlu malu kalau masih belajar dari dasar. Justru dengan latihan yang rutin, insyaallah kemampuan membaca akan semakin baik,” tambahnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya PAI KUA Kecamatan Curup Utara dalam memperkuat Gerakan Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an di tengah masyarakat. Pendampingan dilakukan dengan pendekatan yang sederhana, bertahap, dan disesuaikan dengan kemampuan peserta.
Melalui bimbingan ini, ibu-ibu MT Al Arofah diharapkan semakin memahami cara membaca Iqro 2, terutama dalam menyambungkan huruf hijaiyah serta membedakan bacaan yang pendek dan panjang.
Bagi PAI KUA Curup Utara, belajar membaca Al-Qur’an tidak mengenal kata terlambat. Dari satu huruf yang dipelajari, satu sambungan yang dipahami, hingga satu bacaan panjang yang tepat, semuanya menjadi langkah kecil menuju kemampuan membaca Al-Qur’an yang semakin baik dan benar.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #PenyuluhAgamaIslamBergerak#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara



