Unik, Guru Bahasa Indonesia MTsN 2 Rejang Lebong Gelar Demonstrasi Maulid Nabi
Rejang Lebong, (Humas) – Ada yang berbeda dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di MTsN 2 Rejang Lebong. Guru Bahasa Indonesia, M. Rais, S.Pd.I., menghadirkan demonstrasi Maulid Nabi Muhammad SAW di kelas VIII A pada Sabtu (29/8).
Kegiatan tersebut dirancang khusus untuk siswa kelas VIII A dengan menghadirkan petugas dan peserta sebagaimana pelaksanaan kegiatan Maulid Nabi di lingkungan masyarakat. Siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi terlibat langsung dalam praktik kegiatan.
M. Rais menjelaskan bahwa demonstrasi tersebut menjadi salah satu cara untuk membuat pembelajaran Bahasa Indonesia lebih kontekstual. Melalui kegiatan Maulid Nabi, siswa dapat belajar bagaimana menyampaikan informasi, berbicara di depan umum, menyusun acara, serta menggunakan bahasa yang baik dalam situasi formal dan keagamaan.
"Anak-anak tidak hanya belajar teori. Kita coba menghadirkan suasana kegiatan Maulid Nabi di dalam kelas. Ada yang menjadi petugas dan ada yang menjadi peserta, sehingga mereka belajar berkomunikasi, berbicara, dan menyampaikan sesuatu secara langsung," ujar M. Rais.
Menurutnya, pembelajaran seperti ini juga memberikan pengalaman kepada siswa untuk berani tampil di depan orang lain. Selain meningkatkan keterampilan berbahasa, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Para siswa tampak mengikuti kegiatan dengan antusias. Suasana kelas dibuat menyerupai pelaksanaan kegiatan Maulid Nabi sehingga pembelajaran berlangsung lebih hidup dan tidak monoton.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., M.M., mengapresiasi kreativitas guru dalam menghadirkan model pembelajaran yang berbeda.
"Ini pembelajaran yang kreatif. Anak-anak belajar Bahasa Indonesia sekaligus mendapatkan pengalaman keagamaan. Model seperti ini membuat pembelajaran lebih bermakna karena siswa langsung terlibat dalam kegiatan," ungkap Wawan.
Ia berharap para guru terus mengembangkan pembelajaran yang kreatif dan kontekstual sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memiliki nilai karakter.
Demonstrasi Maulid Nabi di kelas VIII A tersebut menjadi salah satu contoh bahwa pembelajaran dapat dikemas secara kreatif dengan menghubungkan kompetensi akademik, pengalaman nyata, dan nilai-nilai keagamaan.
(April/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong
From : MTsN 2



