Masjid Nurul Huda Bergemuruh! ASN KUA Curup Utara Rahmat Yudhi Septian Kobarkan Keteladanan Rasulullah di Malam Maulid
Rejang Lebong (Humas) – Gema selawat dan pesan keteladanan Rasulullah SAW menggema kuat di Masjid Nurul Huda, Dusun I Desa Kayu Manis, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Kamis malam (27/8). Di hadapan jamaah yang memadati rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, ASN KUA Curup Utara Rahmat Yudhi Septian, M.Pd, hadir membawa pesan penting: mencintai Rasulullah SAW bukan cukup dengan lisan, tetapi harus dibuktikan melalui akhlak dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Momentum Maulid Nabi tersebut menjadi ruang syiar sekaligus refleksi bagi masyarakat. Rahmat mengajak jamaah menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam membangun keluarga, menjaga persaudaraan, serta menghadirkan kedamaian di tengah masyarakat.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi jangan sampai hanya menjadi kegiatan tahunan yang selesai ketika acara berakhir. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus diteruskan menjadi kebiasaan dan karakter dalam kehidupan.
“Kita memperingati Maulid Nabi bukan sekadar untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Yang lebih penting adalah bagaimana kecintaan kepada beliau melahirkan perubahan dalam diri kita, terutama dalam akhlak,” ungkap Rahmat.
Ia menekankan bahwa Rasulullah SAW merupakan sosok yang memberikan teladan luar biasa dalam kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, kepedulian, dan cara memperlakukan sesama manusia.
Karena itu, Rahmat mengajak jamaah memulai keteladanan tersebut dari lingkungan paling dekat, yakni keluarga.
“Mari kita mulai dari hal-hal sederhana. Jaga ucapan, hormati orang tua, sayangi keluarga, peduli kepada tetangga dan jangan mudah menyakiti hati orang lain. Itulah bagian dari upaya kita meneladani Rasulullah SAW,” pesannya.
Suasana Masjid Nurul Huda malam itu semakin hidup dengan lantunan selawat dan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Jamaah mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian, menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan untuk kembali mengingat perjalanan perjuangan Rasulullah SAW dalam menyebarkan risalah Islam.
Rahmat menyampaikan bahwa tantangan umat pada masa sekarang memang berbeda dengan zaman Rasulullah SAW. Namun, nilai-nilai yang dicontohkan Nabi tetap relevan untuk dijadikan pedoman.
Kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi, menurutnya, harus diimbangi dengan penguatan iman dan akhlak. Jangan sampai kemajuan zaman membuat kepedulian sosial, sopan santun, dan persaudaraan semakin terkikis.
“Zaman boleh berubah, teknologi boleh berkembang, tetapi akhlak Rasulullah SAW harus tetap menjadi pegangan. Justru di tengah perubahan zaman inilah keteladanan Nabi semakin kita butuhkan,” tegasnya.
Kehadiran ASN KUA Curup Utara dalam kegiatan keagamaan di tengah masyarakat juga menjadi bagian dari upaya memperkuat fungsi pelayanan dan pembinaan keagamaan. Masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga ruang untuk membangun karakter dan mempererat ukhuwah.
Melalui momentum Maulid Nabi, masyarakat diajak tidak berhenti pada kekaguman terhadap sosok Rasulullah SAW, tetapi bergerak untuk menghidupkan sunnah dan akhlaknya dalam kehidupan nyata.
Peringatan Maulid Nabi di Masjid Nurul Huda pun menjadi malam yang penuh makna. Dari lantunan selawat hingga pesan-pesan keagamaan, seluruh rangkaian kegiatan mengarah pada satu pesan utama: cinta kepada Rasulullah SAW harus terlihat dalam akhlak, bukan hanya terdengar dalam ucapan.
Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat Desa Kayu Manis, sehingga peringatan Maulid Nabi tidak hanya meninggalkan kenangan, tetapi juga melahirkan perubahan positif dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #CeramahMaulidNabiSaw#MasjidNurulHuda#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara



