Seru dan Bermakna! Materi Anti-Bullying MTsN 2 Rejang Lebong Dikemas dalam Permainan Ular Tangga
Rejang Lebong, (Humas) — Edukasi tentang pencegahan bullying di MTsN 2 Rejang Lebong dikemas dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. Siswa kelas 8 mendapatkan materi anti-bullying dari Guru Bimbingan dan Konseling (BK), Repa Andespa, S.Pd., melalui permainan ular tangga yang dilaksanakan di Aula MTsN 2 Rejang Lebong, Jumat (28/8).
Berbeda dari penyampaian materi anti-bullying pada umumnya, kegiatan tersebut memanfaatkan permainan ular tangga sebagai media pembelajaran interaktif. Setiap petak permainan berisikan pertanyaan-pertanyaan reflektif dan bermakna yang mengajak siswa mengenali perasaan, memahami diri sendiri, serta membangun empati terhadap orang lain.
Beberapa pertanyaan yang diberikan antara lain “Apa hal yang paling membuat kamu merasa bahagia akhir-akhir ini?” dan “Bagaimana cara kamu mengatasi perasaan sedih?”. Pertanyaan tersebut menjadi pemantik bagi siswa untuk mengungkapkan pengalaman dan perasaan mereka dengan cara yang aman serta menyenangkan.
Melalui permainan tersebut, siswa tidak hanya diajak memahami apa itu bullying dan bagaimana mencegahnya, tetapi juga belajar mengenali emosi diri dan memahami perasaan teman. Setiap giliran permainan menjadi kesempatan bagi siswa untuk berpikir, menjawab, mendengarkan, serta menghargai pengalaman yang disampaikan oleh teman-temannya.
Kegiatan didampingi oleh M. Ali dan Ust. Khairul Pendampingan dilakukan untuk memastikan kegiatan berlangsung dengan tertib sekaligus menciptakan suasana yang nyaman bagi siswa selama mengikuti sesi refleksi dan permainan.
Guru BK MTsN 2 Rejang Lebong, Repa menyampaikan bahwa penggunaan permainan ular tangga dipilih agar materi anti-bullying dapat diterima siswa dengan cara yang lebih dekat dengan dunia mereka.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya mendapatkan materi tentang bullying, tetapi juga belajar mengenali dirinya sendiri. Ketika mereka mampu memahami perasaan sendiri, diharapkan mereka juga semakin mampu memahami dan menghargai perasaan orang lain,” jelas Repa.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., MM, melalui Waka Akademik, Apriliandi, M.Pd., Gr., mengapresiasi inovasi yang dilakukan guru BK dalam menyampaikan materi kepada siswa.
“Pembelajaran yang dikemas dengan permainan seperti ini membuat siswa lebih terlibat. Pesan tentang anti-bullying dapat disampaikan sekaligus dengan pembentukan empati, kemampuan mengenali emosi, dan kepedulian terhadap teman,” ungkap April.
Menurutnya, pencegahan bullying tidak cukup hanya dilakukan melalui penyampaian aturan dan larangan. Siswa perlu dibekali kemampuan untuk memahami diri, mengelola emosi, berkomunikasi dengan baik, serta menghargai perasaan orang lain.
“Madrasah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. Karena itu, edukasi seperti ini penting agar anak-anak memahami bahwa setiap orang memiliki perasaan yang harus dihargai. Kita ingin membangun budaya saling menghormati dan saling menjaga di lingkungan madrasah,” tambahnya.
Suasana kegiatan pun berlangsung interaktif. Siswa mengikuti permainan dengan antusias sembari menjawab pertanyaan yang diperoleh dari setiap petak. Beberapa pertanyaan bahkan menjadi bahan refleksi bersama yang membuka ruang bagi siswa untuk memahami pengalaman dan sudut pandang teman-temannya.
Melalui kegiatan tersebut, MTsN 2 Rejang Lebong terus berupaya membangun lingkungan madrasah yang ramah anak, bebas dari bullying, serta mendukung tumbuhnya karakter siswa yang berempati, peduli, saling menghargai, dan mampu mengelola emosi dengan baik.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2



