Isi Tausiah Maulid di SMKN 2 Rejang Lebong, PAI Curup Tengah Ajak Siswa Bentengi Diri dari Kenakalan Remaja
Rejang Lebong (Humas) – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah menjadi momentum bagi Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Curup Tengah untuk memberikan pembinaan keagamaan kepada para siswa SMK Negeri 2 Rejang Lebong, Jum’at (28/8). Dalam tausiah yang disampaikan, PAI mengajak siswa membentengi diri dari berbagai bentuk kenakalan remaja dengan memperkuat iman, akhlak, dan pergaulan yang positif.
Di hadapan para siswa, PAI Curup Tengah, Wawan Miharjo, S.Pd.I menyampaikan bahwa masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan karakter. Pada usia tersebut, siswa mulai mengenal lingkungan dan pergaulan yang lebih luas sehingga membutuhkan kemampuan untuk memilah mana yang baik dan mana yang dapat merugikan diri sendiri.
“Remaja adalah generasi penerus. Karena itu, jangan sampai masa muda diisi dengan hal-hal yang dapat merusak masa depan. Bentengi diri dengan iman, dekat dengan Al-Qur’an, hormati orang tua dan guru, serta pilih teman yang membawa kepada kebaikan,” pesan Wawan.
Menurutnya, kenakalan remaja dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari perilaku tidak disiplin, perundungan, pergaulan yang tidak sehat, hingga penyalahgunaan media sosial. Karena itu, siswa perlu memiliki pemahaman agama dan kontrol diri yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan maupun ajakan negatif.
Dalam tausiah tersebut, Wawan juga mengajak siswa menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan. Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, menghormati orang lain, serta menjaga perkataan dan perbuatan.
“Kalau kita ingin menjadi generasi yang hebat, jadikan Rasulullah SAW sebagai teladan. Jaga ucapan, jaga pergaulan, dan gunakan waktu muda untuk belajar serta melakukan kegiatan yang bermanfaat,” lanjutnya.
PAI juga mengingatkan siswa agar bijak dalam menggunakan media sosial. Kemajuan teknologi hendaknya dimanfaatkan untuk mencari ilmu, mengembangkan kreativitas, dan menyebarkan kebaikan, bukan digunakan untuk melakukan perundungan, menyebarkan berita bohong, maupun mengikuti tren yang bertentangan dengan nilai agama.
Selain itu, siswa diajak untuk terbuka kepada orang tua dan guru ketika menghadapi persoalan. Komunikasi yang baik dengan keluarga dan lingkungan sekolah menjadi salah satu langkah penting agar remaja tidak mencari solusi melalui lingkungan pergaulan yang salah.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pembentukan karakter generasi muda. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW perlu ditanamkan sejak dini agar siswa memiliki akhlak yang baik dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.
Antusiasme siswa terlihat saat mengikuti tausiah. Mereka mendapatkan pesan-pesan keagamaan yang relevan dengan kehidupan remaja, terutama mengenai pentingnya menjaga diri, menghormati orang tua dan guru, serta membangun pertemanan yang sehat.
Sementara, Plt. Kepala SMK Negeri 2 Rejang Lebong, Sutarman, S.Pd.,M.Pd berharap para siswa mampu menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai titik awal untuk melakukan perubahan positif dalam diri. Dengan iman yang kuat, akhlak yang baik, dan lingkungan pergaulan yang positif, generasi muda diharapkan mampu menjadi penerus bangsa yang berkualitas.
“Jadilah remaja yang membanggakan orang tua, menghormati guru, dan bermanfaat bagi lingkungan. Masa muda adalah kesempatan untuk menyiapkan masa depan, bukan untuk melakukan hal-hal yang justru merusaknya,” pungkasnya.
Melalui tausiah Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut, PAI Curup Tengah terus mendorong sinergi antara nilai-nilai agama, keluarga, dan pendidikan dalam membentuk generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, berprestasi, serta mampu menjauhkan diri dari berbagai bentuk kenakalan remaja.
(Ebit/Edwinsya)Hastag : #PenyuluhAgamaIslam#KUACurupTengah#Berdaya#
From : KUA Curup Tengah



