Momentum Maulid, PAI Curup Tengah Ajak Jama'ah Maknai Perjuangan dan Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Rejang Lebong (Humas) – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Al-Muttaqin Desa Tanjung Alam Kepahiang, Kamis (27/8) menjadi momentum bagi Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Curup Tengah untuk mengajak jamaah tidak sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga memahami dan mengambil hikmah dari perjuangan beliau dalam menyampaikan risalah Islam.
Pesan tersebut disampaikan PAI Curup Tengah dalam tausiah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diikuti jamaah majelis taklim dan masyarakat. Dengan penuh perhatian, jamaah menyimak uraian tentang perjalanan kehidupan Rasulullah SAW serta berbagai keteladanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam ceramahnya, PAI Curup Tengah, Wawan Miharjo, S.Pd.I menyampaikan bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan peristiwa yang membawa perubahan besar bagi peradaban manusia. Rasulullah SAW diutus untuk menyampaikan risalah Islam sekaligus membimbing manusia menuju kehidupan yang berlandaskan iman, ketakwaan, dan akhlak mulia.
“Maulid Nabi bukan hanya momentum untuk mengingat kapan Rasulullah SAW dilahirkan. Lebih dari itu, kita perlu memahami bagaimana perjuangan beliau dalam berdakwah, menghadapi berbagai tantangan, serta tetap sabar dan istiqamah dalam menyampaikan kebenaran,” ungkapnya.
Menurutnya, perjuangan Rasulullah SAW mengandung banyak pelajaran bagi umat Islam. Kesabaran, keikhlasan, keberanian, kejujuran, serta keteguhan dalam menjalankan amanah merupakan nilai-nilai yang harus terus dihidupkan dalam kehidupan umat.
Jamaah juga diajak untuk melakukan refleksi terhadap kehidupan masing-masing. Semangat perjuangan Rasulullah SAW hendaknya menjadi motivasi untuk menghadapi berbagai persoalan kehidupan dengan sabar, tidak mudah menyerah, dan senantiasa menggantungkan harapan kepada Allah SWT.
Selain perjuangan dakwah, PAI Curup Tengah juga mengingatkan jamaah tentang akhlak Rasulullah SAW yang begitu luhur. Beliau dikenal sebagai sosok yang penyayang, pemaaf, rendah hati, amanah, serta senantiasa memberikan manfaat kepada orang lain.
“Kalau kita mengaku mencintai Rasulullah SAW, maka kecintaan itu harus terlihat dalam perilaku. Mari kita belajar jujur seperti Rasulullah, amanah dalam menjalankan tanggung jawab, penyayang kepada keluarga, dan peduli kepada sesama,” pesannya.
Peringatan Maulid Nabi juga diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dalam keluarga. Keteladanan Rasulullah SAW sebagai seorang suami, ayah, pemimpin, dan anggota masyarakat dapat menjadi inspirasi dalam membangun keluarga yang harmonis dan kehidupan sosial yang penuh kepedulian.
Antusiasme jamaah mengikuti tausiah menunjukkan bahwa peringatan Maulid Nabi masih memiliki makna yang kuat dalam kehidupan masyarakat. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana menambah wawasan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.
PAI Curup Tengah berharap hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW dapat terus dibawa pulang dan diamalkan oleh jamaah dalam kehidupan sehari-hari. Semangat perjuangan Rasulullah SAW hendaknya menjadi energi untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, serta memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan.
“Semoga berkah Maulid Nabi ini tidak berhenti pada acara dan tausiah saja. Mari kita bawa pulang semangat Rasulullah SAW untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, lebih ikhlas, dan semakin bermanfaat bagi orang lain,” pungkasnya.
Dengan memahami makna kelahiran dan perjuangan Nabi Muhammad SAW, peringatan Maulid Nabi 1448 H diharapkan mampu melahirkan semangat baru bagi jamaah untuk memperkuat iman, memperbaiki akhlak, memperbanyak shalawat, serta menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam setiap aspek kehidupan.
(Ebit/Edwinsya)Hastag : #PenyuluhAgamaIslam#KUACurupTengah#Berdaya#
From : KUA Curup Tengah



