Tak Hanya Sains, MA Darul Ma’arif NU Dorong Santri Menjajal Dunia Riset di Tahun 2026
Rejang Lebong, (Humas) — Kesempatan mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tidak hanya dimanfaatkan oleh Madrasah Aliyah Darul Ma’arif NU Rejang Lebong untuk mengembangkan kemampuan santri di bidang sains. Tahun ini, madrasah juga berupaya membuka ruang bagi santri untuk mengenal dan mengikuti ajang riset yang menjadi bagian dari rangkaian kompetisi OMI. (28/8)
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah untuk menumbuhkan budaya berpikir kritis, meneliti, menulis, dan menghasilkan karya di kalangan santri. Riset diharapkan tidak hanya dipandang sebagai sebuah perlombaan, tetapi menjadi proses pembelajaran yang mampu mengajak santri melihat berbagai persoalan di lingkungan sekitar, mencari solusi, kemudian menuangkannya dalam bentuk karya ilmiah.
Dalam proses persiapan tersebut, para santri mendapatkan bimbingan langsung dari Ahmad Aidil Fitra, M.Ag., salah satu guru MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong yang turut memberikan pendampingan dalam pengembangan kemampuan riset dan karya tulis ilmiah santri.
Dengan pengalaman akademik dan berbagai karya tulis ilmiah yang telah dihasilkan, Ahmad Aidil Fitra memberikan kesempatan kepada santri untuk belajar secara langsung mengenai bagaimana menemukan ide penelitian, menyusun gagasan, mengembangkan permasalahan menjadi sebuah penelitian, hingga menuangkannya dalam bentuk karya ilmiah.
Bagi madrasah, pengalaman dan budaya akademik yang dimiliki guru diharapkan dapat menular kepada para santri. Bukan sekadar menghasilkan satu karya untuk mengikuti kompetisi, tetapi menjadi awal tumbuhnya kebiasaan santri untuk membaca, berpikir, bertanya, meneliti, menulis, dan berani mempresentasikan gagasannya.
Kepala MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong menyampaikan bahwa kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Madrasah tidak ingin membatasi santri hanya pada satu bidang kompetisi, tetapi terus membuka ruang agar setiap santri dapat menemukan potensi dan bidang yang diminatinya.
“Kalau guru memiliki pengalaman dan karya, mudah-mudahan pengalaman itu bisa menular kepada santri. Hari ini mungkin mereka baru belajar membuat penelitian, besok bisa menghasilkan karya, dan ke depan bisa membawa nama madrasah melalui berbagai kesempatan,” ungkapnya.
Upaya mengikuti ajang riset OMI 2026 menjadi salah satu langkah kecil MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong dalam membangun ekosistem akademik dan budaya ilmiah di lingkungan madrasah.
Madrasah berharap dari proses pendampingan tersebut akan lahir santri-santri yang tidak hanya mampu menjawab soal, tetapi juga mampu mengajukan pertanyaan, menemukan persoalan, menawarkan gagasan, menghasilkan karya, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
(De/Edwinsya)Hastag : #OMI2026 #OlimpiadeMadrasahIndonesia #RisetSantri #SantriPeneliti #KaryaIlmiahSantri #MadrasahRiset #MADarulMaarifNU #DarulMaarifNURejangLebong #SantriBerprestasi #SantriBerkarya
From : MA Darul Maarif NU



