Jelang OMI, Tim IPA MTsN 2 Rejang Lebong Padukan Sains dan Nilai-Nilai Keagamaan
Rejang Lebong, (Humas)— Semangat mempersiapkan diri menghadapi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) terus ditunjukkan oleh siswa MTsN 2 Rejang Lebong. Pada Kamis (27/8), Tim OMI bidang IPA mengikuti pembelajaran bimbingan yang dilaksanakan setelah jam pelajaran berakhir di ruang guru MTsN 2 Rejang Lebong.
Kegiatan pembinaan tersebut dibimbing oleh Ibu Ade Sonnie Aglesia, M.Pd. bersama tiga siswa terpilih, yaitu Pentiandra kelas 9A, Tri Julianti kelas 9B, dan Renzo kelas 7A.
Bimbingan kali ini tidak hanya berfokus pada penguasaan konsep-konsep IPA, tetapi juga dikemas melalui diskusi mengenai berbagai hal kontekstual yang memiliki keterkaitan dengan materi keagamaan. Pendekatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan siswa dalam menghadapi karakter soal OMI yang membutuhkan kemampuan memahami konsep, menghubungkan berbagai informasi, serta menerapkan pengetahuan dalam konteks kehidupan nyata.
Dalam prosesnya, siswa diajak berdiskusi, mengidentifikasi fenomena, dan menghubungkan konsep-konsep sains dengan nilai maupun materi yang berkaitan dengan agama. Pembelajaran tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan siswa sehingga mereka tidak hanya menguasai materi secara teoritis, tetapi juga mampu melihat keterkaitan ilmu pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Bapak Wawan Herianto, S.Pd., MM, mengapresiasi semangat pembimbing dan siswa yang tetap melaksanakan pembinaan setelah kegiatan pembelajaran reguler selesai.
“Persiapan menghadapi OMI membutuhkan proses yang konsisten. Saya mengapresiasi para pembimbing dan siswa yang terus berupaya mempersiapkan diri dengan belajar dan berdiskusi bahkan setelah jam sekolah berakhir. Ini merupakan bagian dari ikhtiar madrasah untuk mengembangkan potensi dan prestasi siswa,” ujar Wawan.
Menurutnya, pembelajaran yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai agama juga sejalan dengan semangat pendidikan di madrasah. Siswa diharapkan memiliki kemampuan akademik yang kuat sekaligus mampu memahami bahwa ilmu pengetahuan memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan dan nilai-nilai yang diyakini.
“Anak-anak perlu dibiasakan untuk berpikir kritis dan melihat sebuah persoalan dari berbagai sudut pandang. Ketika sains dapat dipahami secara kontekstual dan dikaitkan dengan nilai-nilai keagamaan, proses belajar menjadi lebih bermakna,” tambahnya.
Sementara itu, Ibu Ade Sonnie Aglesia, M.Pd. terus mengarahkan siswa untuk aktif dalam proses pembinaan. Diskusi menjadi salah satu strategi yang digunakan agar siswa terbiasa menyampaikan pendapat, menganalisis permasalahan, serta menemukan hubungan antara konsep IPA dengan fenomena yang ada di sekitar mereka.
Kegiatan bimbingan yang dilaksanakan sepulang sekolah tersebut menjadi salah satu bentuk keseriusan MTsN 2 Rejang Lebong dalam mempersiapkan siswa menghadapi OMI. Melalui pembinaan yang terarah, konsisten, dan kontekstual, ketiga siswa diharapkan semakin siap menghadapi tantangan kompetisi sekaligus mampu membawa nama baik madrasah.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2



