Teliti Sebelum Membaca! PAI KUA Curup Utara Bimbing Santri TPQ Nurul Iman Bedakan Makharijul, Sifat Huruf, serta Panjang Pendek Bacaan
Rejang Lebong (Humas) – Ketepatan dalam membaca Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan mengenali bentuk huruf. Santri juga perlu memahami dari mana huruf keluar, bagaimana sifatnya ketika dilafalkan, serta memperhatikan panjang dan pendek bacaan. Hal inilah yang menjadi perhatian Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Curup Utara, Siti Rodiatul Kholidawati, S.H.I, saat memberikan bimbingan kepada santri TPQ Nurul Iman, Senin (24/8).
Dalam kegiatan tersebut, Siti mengajak para santri untuk lebih teliti sebelum melafalkan ayat Al-Qur’an. Menurutnya, kesalahan dalam makharijul huruf maupun sifat huruf dapat menyebabkan bunyi yang dihasilkan berbeda. Begitu pula dengan ketidaktepatan membaca panjang dan pendek yang dapat memengaruhi ketepatan bacaan.
“Jangan terburu-buru ketika membaca Al-Qur’an. Perhatikan terlebih dahulu hurufnya, dari mana keluarnya, bagaimana sifatnya, kemudian lihat apakah bacaannya panjang atau pendek,” ujar Siti saat memberikan bimbingan.
Para santri kemudian dilatih membedakan beberapa huruf yang memiliki kemiripan bunyi maupun karakter pengucapan. Siti memberikan contoh secara langsung, kemudian santri mengikuti bacaan secara bergantian agar kesalahan pengucapan dapat segera diperbaiki.
Selain makharijul dan sifat huruf, perhatian juga diberikan pada mad atau panjang pendek bacaan. Santri diarahkan untuk tidak menambah atau mengurangi panjang bacaan, sehingga setiap lafaz dapat dibaca sesuai kaidah tajwid.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Santri tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan bacaan. Dengan metode tersebut, santri diharapkan semakin peka dalam mengenali perbedaan karakter setiap huruf dan mampu menerapkannya ketika membaca Al-Qur’an secara mandiri.
Siti menegaskan bahwa ketelitian merupakan bagian penting dalam proses belajar Al-Qur’an. Kemampuan membaca dengan benar tidak dapat dicapai secara instan, tetapi membutuhkan latihan yang konsisten, kesabaran, dan bimbingan yang berkelanjutan.
“Belajar membaca AlQur’an harus sabar dan teliti. Yang penting bukan cepat selesai membaca, tetapi bagaimana bacaan kita benar, tartil, dan sesuai dengan kaidah tajwid,” pesannya.
Melalui bimbingan rutin di TPQ Nurul Iman, PAI KUA Curup Utara terus mendorong tumbuhnya generasi Qur’ani yang tidak hanya lancar membaca, tetapi juga memiliki ketepatan dalam makharijul huruf, memahami sifat huruf, serta mampu menerapkan panjang dan pendek bacaan dengan baik dan benar.
Dengan demikian, “Teliti Sebelum Membaca” bukan sekadar pesan, tetapi menjadi kebiasaan yang ditanamkan kepada para santri agar setiap ayat Al-Qur’an yang dibaca semakin tepat, tartil, dan sesuai tuntunan ilmu tajwid.
(Fitra/Edwinsya)Hastag : #PenyuluhAgamaIslamBergerak#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara



