Belajar Bahasa Indonesia Jadi Lebih Seru, Siswa Kelas 7 MTsN 2 Rejang Lebong Produksi Vlog Teks Deskripsi
Rejang Lebong, (Humas) — Pembelajaran Bahasa Indonesia di MTsN 2 Rejang Lebong terus dikembangkan melalui pendekatan yang kreatif, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan peserta didik. Salah satunya dilakukan oleh Guru Bahasa Indonesia, M. Ali Saputra, S.Pd., melalui pembelajaran Teks Deskripsi berbasis vlog bagi siswa kelas 7.
Inovasi pembelajaran tersebut menjadi salah satu topik yang dibahas dalam wawancara Waka Humas MTsN 2 Rejang Lebong, Ririn Pebriyanti, S.Pd., Gr., bersama M. Ali Saputra pada Selasa (25/8). Wawancara tersebut dilakukan untuk menggali praktik baik pembelajaran yang telah diterapkan di madrasah.
Dalam pembelajaran tersebut, siswa tidak hanya diminta memahami konsep Teks Deskripsi secara teoritis. Siswa diajak membuat video vlog yang mengangkat berbagai kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar mengamati lingkungan sekitar, menentukan objek yang akan dideskripsikan, menyusun isi, merekam video, hingga mengolah hasil rekaman menjadi sebuah vlog.
Ali menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang agar siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih nyata. Materi Teks Deskripsi tidak hanya dipelajari melalui buku atau penjelasan guru, tetapi langsung dipraktikkan melalui proses pembuatan konten.
“Output dari pembelajaran ini adalah video vlog yang dibuat oleh siswa. Selain menghasilkan video, siswa juga belajar kemampuan editing dan memahami isi dari video yang mereka buat. Jadi, mereka tidak hanya belajar menulis atau mendeskripsikan, tetapi juga belajar bagaimana menyampaikan informasi melalui media visual,” jelas Ali.
Dalam prosesnya, siswa memanfaatkan aplikasi CapCut sebagai salah satu aplikasi penyuntingan video. Penggunaan aplikasi tersebut memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam mengenal proses editing sederhana, seperti memotong video, mengatur urutan gambar, menambahkan teks, serta mengolah video agar lebih menarik.
Menurut Ali, kegiatan tersebut merupakan bentuk pembelajaran yang berusaha menghadirkan pengalaman meaningful, mindful, dan joyful. Pembelajaran meaningful diwujudkan melalui kegiatan yang berkaitan langsung dengan lingkungan dan pengalaman siswa. Mindful ditanamkan melalui proses mengamati, memahami isi, dan menyusun pesan dalam video. Sementara joyful hadir karena siswa mendapatkan kesempatan belajar dengan cara yang kreatif dan menyenangkan.
“Saya ingin pembelajaran ini menjadi meaningful, mindful, dan joyful. Anak-anak belajar sesuatu yang dekat dengan kehidupan mereka, mereka sadar dengan apa yang mereka kerjakan, dan proses belajarnya juga menyenangkan,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan sejumlah keterampilan sekaligus. Selain kemampuan berbahasa, siswa dilatih untuk berkomunikasi, bekerja sama, berpikir kreatif, mengelola informasi, berbicara di depan kamera, serta menggunakan teknologi digital secara produktif.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., MM., melalui Waka Akademik, Apriliandi, M.Pd., Gr., mengapresiasi inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru Bahasa Indonesia tersebut.
“Pembelajaran akan lebih bermakna ketika siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk menghasilkan sebuah karya. Vlog menjadi salah satu media yang menarik karena siswa dapat menggabungkan kemampuan berbahasa dengan kreativitas dan teknologi,” ungkap April.
Ia berharap inovasi pembelajaran seperti ini dapat terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman.
“Guru perlu terus berinovasi agar pembelajaran tetap relevan dengan dunia anak-anak. Namun, teknologi tetap harus digunakan untuk mendukung tujuan pembelajaran, bukan sekadar mengikuti tren,” tambahnya.
M. Ali Saputra berharap keterampilan yang diperoleh siswa melalui kegiatan tersebut tidak berhenti pada kemampuan membuat dan mengedit video. Lebih jauh, ia ingin siswa mampu menyampaikan gagasan dengan baik, percaya diri berkomunikasi, memahami informasi, dan menggunakan teknologi secara bijak.
“Harapan saya, anak-anak bukan hanya bisa membuat vlog atau mengedit video. Saya ingin mereka mampu memahami isi yang mereka sampaikan, mampu berkomunikasi dengan baik, kreatif, percaya diri, dan bisa memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan sesuatu yang positif,” tutur Ali.
Ia juga berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi siswa untuk menghadapi perkembangan dunia digital yang semakin cepat.
“Kalau mereka sudah terbiasa membuat karya, berpikir kreatif, dan menggunakan teknologi untuk belajar, mudah-mudahan ke depannya mereka tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga mampu menjadi pembuat konten yang positif dan edukatif,” tambahnya.
Pembelajaran berbasis vlog tersebut menjadi salah satu contoh bahwa materi Bahasa Indonesia dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang lintas keterampilan. Kemampuan membaca, memahami, berbicara, menulis, mengamati, serta literasi digital dapat dipadukan dalam satu pengalaman belajar yang utuh.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2



