Tak Lagi Angkat Senjata, Siswa MTsN 2 Filial Rejang Lebong Diajak Berjuang melalui Ilmu dan Prestasi
Rejang Lebong, (Humas) — Keluarga besar MTsN 2 Filial Rejang Lebong melaksanakan upacara bendera rutin di lapangan madrasah, Senin (24/8). Pada kesempatan tersebut, siswa kelas 8C dipercaya menjadi petugas upacara, sementara Waka Akademik, Apriliandi, M.Pd., Gr., bertindak sebagai pembina upacara.
Upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat. Para siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sebagai bagian dari pembiasaan disiplin sekaligus penanaman nilai nasionalisme dan cinta tanah air.
Dalam amanatnya, Apriliandi menyampaikan bahwa upacara bendera bukan sekadar rutinitas setiap hari Senin, tetapi merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap bangsa dan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
“Ketika kita berdiri tegak mengikuti upacara dan memberikan penghormatan kepada Sang Merah Putih, sebenarnya kita sedang menunjukkan salah satu bentuk cinta kepada tanah air. Jangan sampai upacara hanya menjadi kegiatan rutin tanpa kita memahami makna di baliknya,” pesan Apriliandi.
Ia mengajak peserta didik untuk mengingat kembali sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia. Kemerdekaan yang dinikmati generasi saat ini tidak diperoleh dengan mudah. Para pahlawan menghadapi penjajahan, keterbatasan, ancaman, bahkan mengorbankan harta dan nyawa demi mempertahankan tanah air.
Perjuangan para pahlawan dilakukan dengan keberanian dan pengorbanan. Mereka berjuang menghadapi penjajahan dengan berbagai cara, mulai dari perjuangan fisik di medan pertempuran hingga perjuangan melalui pendidikan, diplomasi, organisasi, dan pergerakan kebangsaan.
Jika dahulu para pahlawan berjuang dengan senjata dan mempertaruhkan nyawa untuk merebut serta mempertahankan kemerdekaan, maka generasi saat ini memiliki bentuk perjuangan yang berbeda.
“Dulu para pahlawan berjuang melawan penjajah. Mereka mengangkat senjata, mempertaruhkan nyawa, bahkan kehilangan keluarga dan harta. Sekarang kita tidak lagi berada di medan perang seperti mereka. Tetapi bukan berarti kita tidak punya perjuangan,” ungkapnya.
Menurut Apriliandi, medan perjuangan generasi muda saat ini berada di ruang belajar, lingkungan sosial, dunia digital, dan kehidupan sehari-hari. Siswa dapat mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga nama baik bangsa, mengembangkan kemampuan, berprestasi, serta menjadi generasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kalau dulu perjuangan adalah bagaimana bangsa ini merdeka, sekarang perjuangan kita adalah bagaimana mengisi kemerdekaan. Kalian bisa berjuang dengan belajar, berprestasi, menjaga persatuan, menghormati orang lain, dan menggunakan teknologi untuk hal-hal yang positif,” lanjutnya.
Ia juga mengingatkan siswa agar tidak terjebak pada berbagai tantangan zaman. Perkembangan teknologi memberikan banyak kemudahan, tetapi juga membawa tantangan berupa informasi palsu, perundungan di dunia maya, kecanduan gawai, serta berbagai konten yang tidak sesuai dengan nilai dan karakter bangsa.
Karena itu, generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk menyaring informasi dan mengambil keputusan dengan bijak. Kecintaan terhadap tanah air pada masa kini tidak hanya ditunjukkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui perilaku yang mencerminkan karakter warga negara yang baik.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., MM., melalui Waka Akademik, Apriliandi, M.Pd., Gr., menyampaikan bahwa semangat cinta tanah air perlu terus ditanamkan kepada peserta didik melalui berbagai kegiatan madrasah.
“Anak-anak perlu memahami bahwa kemerdekaan yang mereka nikmati hari ini adalah hasil perjuangan panjang para pendahulu. Tugas kita sekarang adalah menghargai perjuangan itu dengan menjadi generasi yang berkarakter, berilmu, dan memberikan manfaat,” ungkap April.
Ia menambahkan bahwa pendidikan merupakan salah satu bentuk perjuangan generasi masa kini.
“Kalau pahlawan dahulu berjuang dengan mengorbankan jiwa dan raga, anak-anak kita hari ini dapat meneruskan perjuangan itu melalui pendidikan. Belajar dengan sungguh-sungguh, berprestasi, menjaga persatuan, dan memiliki akhlak yang baik juga merupakan bentuk cinta tanah air,” tambahnya.
Pelaksanaan upacara yang melibatkan siswa kelas 8C sebagai petugas juga menjadi bagian dari pembelajaran kepemimpinan dan tanggung jawab. Para siswa mendapatkan pengalaman untuk menjalankan tugas secara disiplin dan bekerja sama demi kelancaran upacara.
Melalui amanat tersebut, peserta didik diajak memahami bahwa zaman boleh berubah, bentuk perjuangan boleh berbeda, tetapi semangat untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa harus tetap hidup.
MTsN 2 Filial Rejang Lebong terus berkomitmen menjadikan kegiatan upacara sebagai salah satu sarana pembentukan karakter peserta didik. Dari lapangan madrasah, semangat perjuangan para pahlawan diharapkan dapat diteruskan melalui generasi muda yang cinta tanah air, berilmu, berakhlak, disiplin, dan siap menghadapi tantangan zaman.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2



