Jangan Tertukar Saat Membaca! PAI KUA Curup Utara Kenalkan Huruf Berbeda dengan Bunyi yang Sama kepada Ibu-Ibu MT Al Arofah
Rejang Lebong (Humas) — Ketelitian dalam membaca Al-Qur’an terus ditekankan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Curup Utara. Pada Jumat malam (21/8) PAI KUA Curup Utara Siti Rodiatul Kholidawati, S.H.I. memberikan bimbingan penyuluhan kepada ibu-ibu Majelis Taklim (MT) Al Arofah dengan fokus pada pembelajaran lanjutan Iqro 2, khususnya mengenali huruf-huruf yang memiliki perbedaan bentuk tetapi terdengar memiliki bunyi yang mirip atau sama dalam pelafalan tertentu.
Kegiatan berlangsung dalam suasana pembelajaran yang aktif dan penuh perhatian. Para peserta tidak hanya membaca secara bergantian, tetapi juga diarahkan untuk memperhatikan bentuk setiap huruf, cara pengucapan, serta ketepatan bacaan agar tidak tertukar ketika membaca rangkaian huruf dalam Iqro 2.
Siti Rodiatul Kholidawati menjelaskan bahwa kemampuan membaca Iqro tidak cukup hanya dengan menghafal bunyi. Peserta perlu membiasakan diri mengenali bentuk huruf sekaligus memahami perbedaan makhraj dan cara pengucapannya.
“Huruf yang terlihat berbeda perlu dikenali dengan baik. Jangan hanya mengandalkan bunyi, karena ketelitian melihat huruf dan ketepatan mengucapkannya sangat penting dalam membaca Al-Qur’an,” jelasnya.
Dalam bimbingan tersebut, peserta juga diberikan latihan membaca secara berulang. Setiap bacaan yang masih kurang tepat langsung diperbaiki dan diulang hingga peserta mampu melafalkannya dengan lebih benar. Metode pengulangan ini dilakukan agar peserta semakin terbiasa membedakan huruf yang bentuk maupun pelafalannya memiliki kemiripan.
Selain mengenalkan perbedaan huruf, PAI juga mengingatkan peserta agar tetap memperhatikan panjang dan pendek bacaan. Ketepatan dalam menentukan panjang pendek menjadi bagian penting dalam proses belajar Iqro karena berkaitan dengan ketepatan membaca ayat Al-Qur’an.
Para ibu-ibu MT Al Arofah tampak antusias mengikuti setiap latihan. Mereka secara bergantian membaca Iqro 2, sementara PAI menyimak dan memberikan koreksi terhadap bacaan yang masih perlu diperbaiki.
Menurut Siti, proses belajar Al-Qur’an membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Kesalahan dalam membaca bukan alasan untuk berhenti belajar, melainkan menjadi kesempatan untuk memperbaiki bacaan secara bertahap.
“Tidak perlu malu ketika masih keliru. Yang terpenting mau belajar, mau mengulang, dan terus memperbaiki bacaan. Dengan latihan yang rutin, insyaallah kemampuan membaca akan semakin baik,” pesannya.
Bimbingan ini menjadi bagian dari upaya PAI KUA Curup Utara dalam meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an masyarakat, khususnya melalui Majelis Taklim. Dengan pembelajaran yang dilakukan secara bertahap, peserta diharapkan semakin percaya diri membaca Iqro 2, mampu membedakan huruf yang memiliki kemiripan bunyi, serta semakin teliti dalam menerapkan panjang dan pendek bacaan.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #PenyuluhAgamaIslamBergerak#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara



