“Curhat Dong!”: MA Darul Maarif NU Buka Posko Ngobrol Wali Santri Waktu Kunjungan
Rejang Lebong, (Humas) — Kunjungan orang tua/wali santri di Madrasah Aliyah Darul Ma’arif NU Rejang Lebong tidak hanya menjadi momentum melepas rindu dengan putra-putri mereka. Pada kunjungan kali ini, madrasah menghadirkan suasana berbeda melalui “Posko Ngobrol Wali Santri – Curhat Dong!”, sebuah ruang komunikasi terbuka bagi orang tua untuk bersilaturahmi sekaligus berbagi cerita mengenai perkembangan santri. (24/8)
Posko yang berada di Kantor Madrasah Aliyah Darul Ma’arif NU Rejang Lebong tersebut menjadi tempat orang tua menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan perkembangan anak, baik dalam kegiatan pembelajaran di madrasah maupun kehidupan dan aktivitas santri di pondok pesantren.
Secara bergantian, Kepala Madrasah dan para wali kelas hadir dan menunggu kedatangan orang tua/wali santri. Dalam suasana santai dan kekeluargaan, orang tua dapat bertanya, menyampaikan masukan, menceritakan kekhawatiran, maupun berdiskusi mengenai perkembangan putra-putrinya.
Program “Curhat Dong!” ini menjadi langkah madrasah untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dan terbuka dengan keluarga santri. Dengan komunikasi yang baik, guru dan orang tua dapat saling bertukar informasi sehingga lebih mudah memahami kebutuhan, karakter, serta perkembangan masing-masing santri.
Kepala Madrasah Aliyah Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Dedi Priyanto, S.E., M.E.Gr., menyampaikan bahwa pendidikan santri membutuhkan keterlibatan bersama antara madrasah, pondok pesantren, guru, dan orang tua.
“Kami ingin orang tua merasa nyaman untuk datang dan berbicara. Kalau ada yang ingin ditanyakan, disampaikan, atau bahkan sekadar bercerita tentang perkembangan anak, silakan ngobrol bersama kami. Dari komunikasi seperti inilah kita bisa bersama-sama mencari solusi dan memberikan pendampingan terbaik bagi santri,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan posko tersebut bukan sekadar tempat menerima keluhan, tetapi menjadi ruang silaturahmi, komunikasi, konsultasi, dan kolaborasi antara madrasah dengan orang tua.
Melalui program ini, madrasah berharap tidak ada jarak antara guru dan wali santri. Setiap perkembangan anak dapat diketahui bersama, setiap persoalan dapat dibicarakan dengan baik, dan setiap potensi santri dapat terus didukung.
Karena mendidik santri bukan pekerjaan satu pihak. Guru mendampingi di madrasah, pengasuh membimbing di pesantren, dan orang tua memberikan dukungan dari keluarga. Ketiganya bertemu dalam satu tujuan: masa depan santri yang lebih baik.
(Dedi/Edwinsya)Hastag : #CurhatDong #PoskoWaliSantri #KunjunganWaliSantri #Silaturahmi #KomunikasiOrangTua #PerkembanganSantri #SantriHebat #MadrasahHebat #DarulMaarifNU #RejangLebong
From : MA Darul Maarif NU



