PAI Curup Tengah Kupas Tuntas Makna dan Sejarah Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Aman Darussalam
Rejang Lebong (Humas) – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Curup Tengah memberikan tausiah keagamaan di Masjid Al-Aman Darussalam Kelurahan Talang Rimbo Baru, Minggu (23/8). Kegiatan tersebut diikuti oleh jamaah dengan penuh khidmat dan antusias.
Dalam tausiahnya, PAI Curup Tengah, Wawan Miharjo, S.Pd.I mengupas secara mendalam makna serta sejarah perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Jamaah diajak untuk memahami bahwa peringatan Maulid bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum untuk kembali mengenal sosok, perjalanan hidup, perjuangan, dan keteladanan Rasulullah SAW.
Wawan menjelaskan bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi peristiwa penting dalam sejarah umat manusia. Rasulullah SAW hadir membawa risalah Islam dan menjadi rahmat bagi seluruh alam. Melalui perjuangan beliau, masyarakat yang sebelumnya berada dalam kehidupan jahiliah secara perlahan dibimbing menuju kehidupan yang berlandaskan keimanan, akhlak, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Momentum Maulid Nabi hendaknya menjadi sarana bagi kita untuk semakin mengenal dan mencintai Rasulullah SAW. Kecintaan tersebut harus diwujudkan dengan mengikuti ajaran dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Wawan dalam tausiahnya.
Lebih lanjut, dijelaskan pula mengenai berkembangnya tradisi peringatan Maulid Nabi di berbagai daerah dan negara. Perayaan tersebut menjadi salah satu bentuk ekspresi kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW yang diwujudkan melalui berbagai kegiatan positif, seperti pembacaan sejarah Rasulullah, lantunan sholawat, pengajian, tausiah, doa bersama, serta kegiatan sosial dan keagamaan.
Namun demikian, PAI Curup Tengah menegaskan bahwa esensi utama dari peringatan Maulid Nabi adalah mengambil pelajaran dari kehidupan Rasulullah SAW. Umat Islam diajak untuk meneladani sifat-sifat mulia beliau, di antaranya shiddiq atau jujur, amanah atau dapat dipercaya, tabligh atau menyampaikan kebenaran, serta fathanah atau cerdas dan bijaksana.
Dalam kesempatan tersebut, jamaah Masjid Al-Aman Darussalam juga diajak untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum introspeksi diri. Setiap muslim diharapkan mampu menilai sejauh mana ajaran dan keteladanan Rasulullah SAW telah diterapkan dalam kehidupan, baik dalam lingkungan keluarga, pekerjaan, maupun kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan tausiah berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Jamaah tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan, khususnya saat pembahasan mengenai sejarah perjuangan Rasulullah SAW dan relevansinya dengan kehidupan umat Islam pada masa sekarang.
Melalui kegiatan ini, PAI Curup Tengah berharap semangat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan semata, tetapi dapat melahirkan kecintaan yang semakin kuat kepada Rasulullah SAW serta mendorong umat untuk mengamalkan sunnah dan meneladani akhlak mulianya.
(Ebit/Edwinsya)Hastag : #PenyuluhAgamaIslam#KUACurupTengah#Berdaya#
From : KUA Curup Tengah



