Salah Ucap Bisa Ubah Makna! Pengajian MT Baitur Rahman Perkuat Makharijul Huruf Q.S. Al-Fajr dengan Metode Yanbu’a.
Rejang Lebong (Humas) – Pengajian rutin Majelis Taklim (MT) Baitur Rahman, Kelurahan Kesambe Baru, Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong, menjadi ruang pembelajaran untuk meningkatkan ketepatan membaca Al-Qur’an. Dalam kegiatan tersebut, jamaah mendapatkan bimbingan perbaikan makharijul huruf melalui metode Yanbu’a dengan materi Q.S. Al-Fajr ayat 21–30. (23/8)
Kegiatan ini dibimbing oleh ASN KUA Curup Utara, Rahmat Yudhi Septian, M.Pd, yang mengarahkan jamaah untuk lebih teliti dalam melafalkan setiap huruf Al-Qur’an sesuai dengan tempat keluarnya huruf atau makhrajnya.
Dalam penyampaian materi, Rahmat menjelaskan bahwa ketepatan makharijul huruf merupakan salah satu bagian penting dalam membaca Al-Qur’an. Kesalahan dalam mengucapkan huruf, terutama pada huruf-huruf yang memiliki kemiripan makhraj maupun sifat, perlu diperhatikan agar bacaan tidak berubah dan tetap sesuai dengan kaidah yang benar.
Melalui metode Yanbu’a, jamaah diajak membaca Q.S. Al-Fajr ayat 21–30 secara bertahap. Setiap bacaan diperhatikan dengan seksama, kemudian dilakukan pengulangan pada bagian yang masih kurang tepat. Pendekatan tersebut membuat jamaah tidak hanya membaca, tetapi juga memahami pentingnya posisi dan cara pengucapan setiap huruf.
“Dalam membaca Al-Qur’an, jangan hanya mengejar kelancaran. Ketepatan pengucapan huruf juga sangat penting. Karena itu, setiap huruf perlu dikeluarkan dari makhraj yang benar,” jelas Rahmat Yudhi Septian dalam bimbingannya.
Suasana pengajian berlangsung interaktif. Jamaah diberikan kesempatan untuk mempraktikkan bacaan secara langsung, kemudian mendapatkan koreksi dan arahan. Pengulangan dilakukan agar pengucapan semakin terbiasa dan bacaan menjadi lebih tartil.
Q.S. Al-Fajr ayat 21–30 dipilih sebagai bahan latihan untuk memperkuat kemampuan jamaah dalam menerapkan makharijul huruf sekaligus meningkatkan kefasihan membaca Al-Qur’an. Dengan latihan yang dilakukan secara rutin, jamaah diharapkan semakin percaya diri dan mampu membaca Al-Qur’an dengan lebih tepat.
Kegiatan pengajian rutin MT Baitur Rahman ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan keagamaan di tengah masyarakat. Melalui pembelajaran Al-Qur’an yang berkesinambungan, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mampu membaca Al-Qur’an secara benar, tartil dan sesuai kaidah.
Rahmat berharap semangat jamaah untuk terus belajar dapat dipertahankan. Menurutnya, belajar membaca Al-Qur’an tidak mengenal usia, karena setiap proses memperbaiki bacaan merupakan bagian dari ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #SalahUcapBisaUbahMakna#MT.Baiturrahman#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara



