Kokurikuler Kelas 8 MTsN 2 Rejang Lebong Siapkan Projek Eco Green Madrasah Berbasis Panca Cinta
Rejang Lebong, (Humas) — MTsN 2 Rejang Lebong terus mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga mendorong peserta didik untuk memiliki kepedulian terhadap diri, sesama, ilmu, dan lingkungan. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui perencanaan program kokurikuler kelas VIII yang mengintegrasikan mata pelajaran IPA, Fiqih, Matematika, dan Prakarya.
Pembahasan program tersebut dilakukan pada Jumat (21/8) di ruang laboratorium MTsN 2 Rejang Lebong. PJ Kokurikuler Kelas 8, Ibu Ririn Pebriyanti, S.Pd., Gr., bersama Azizah, S.Pd., Gr., selaku guru Prakarya, berdiskusi mengenai rancangan kegiatan kokurikuler yang akan dilaksanakan secara bertahap selama satu semester.
Program dirancang dengan mengusung pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan kolaboratif. Peserta didik tidak hanya belajar konsep dari masing-masing mata pelajaran, tetapi juga diarahkan untuk menghubungkan pengetahuan tersebut dengan kehidupan nyata melalui kegiatan yang menghasilkan karya dan memberikan manfaat bagi lingkungan madrasah.
Pada tahap awal hingga UTS, peserta didik akan diarahkan untuk membuat Jurnal Cinta Harian dan menulis refleksi harian. Jurnal tersebut akan menjadi buku penghubung antara siswa dan guru untuk mencatat aktivitas sehari-hari yang mencerminkan nilai-nilai Panca Cinta dalam Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Melalui jurnal dan refleksi tersebut, siswa diharapkan mampu mengenali berbagai perilaku positif yang telah dilakukan sekaligus melakukan evaluasi terhadap dirinya. Kegiatan ini menjadi sarana untuk menanamkan kebiasaan reflektif serta membangun kesadaran bahwa nilai cinta dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah pelaksanaan UTS, program akan dilanjutkan dengan Projek Eco Green Madrasah. Projek ini dirancang sebagai bentuk pembelajaran lintas mata pelajaran yang menghubungkan konsep akademik dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Pada mata pelajaran IPA, siswa akan mempelajari berbagai jenis tanaman obat, faktor biotik dan abiotik yang memengaruhi pertumbuhan tanaman, proses fotosintesis, konsep ekosistem, serta melakukan pengamatan terhadap pertumbuhan tanaman.
Sementara itu, melalui Fiqih, peserta didik akan mempelajari konsep menjaga lingkungan dalam perspektif Islam, thaharah dan kebersihan lingkungan, serta nilai amanah sebagai khalifah di bumi. Materi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia.
Pada mata pelajaran Matematika, konsep pembelajaran akan diterapkan secara langsung melalui kegiatan menghitung luas lahan tanam, kebutuhan pupuk dan bibit, serta penyajian data hasil pengamatan pertumbuhan tanaman. Dengan demikian, siswa dapat melihat bahwa matematika memiliki keterkaitan erat dengan persoalan nyata di lingkungan sekitar.
Adapun dalam Prakarya, peserta didik akan diarahkan untuk menghasilkan berbagai karya pendukung projek, seperti membuat pot, mengolah pupuk kompos, serta merancang kebun mini. Kegiatan ini diharapkan dapat mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan kemampuan siswa dalam menghasilkan produk yang bermanfaat.
PJ Kokurikuler Kelas 8, Ririn menjelaskan bahwa rancangan tersebut dibuat agar kegiatan kokurikuler memiliki kesinambungan antara pembiasaan, refleksi, pembelajaran lintas mata pelajaran, dan produk nyata.
“Kami ingin kokurikuler kelas 8 tidak hanya menjadi kegiatan tambahan, tetapi benar-benar menjadi ruang bagi siswa untuk belajar melalui pengalaman. Jurnal cinta dan refleksi menjadi tahap awal untuk membangun kesadaran diri, kemudian dilanjutkan dengan Eco Green Madrasah agar siswa dapat menerapkan ilmu dalam bentuk aksi nyata,” jelas Ririn.
Menurutnya, integrasi empat mata pelajaran dalam satu projek juga diharapkan dapat membantu siswa memahami bahwa setiap ilmu memiliki keterkaitan.
“Anak-anak akan melihat bahwa IPA, Fiqih, Matematika, dan Prakarya tidak berdiri sendiri. Ketika mereka membuat kebun mini, ada ilmu tentang tanaman, ada nilai agama dalam menjaga lingkungan, ada perhitungan matematika, dan ada kreativitas dalam membuat produk. Semuanya saling terhubung,” tambahnya.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., MM., mengapresiasi perencanaan program tersebut. Menurutnya, pembelajaran yang menghubungkan berbagai disiplin ilmu dengan kehidupan nyata merupakan langkah penting dalam membentuk peserta didik yang memiliki pengetahuan sekaligus karakter.
“Kita ingin anak-anak belajar bukan hanya untuk mengetahui, tetapi juga untuk melakukan dan merasakan manfaat dari apa yang mereka pelajari. Projek Eco Green Madrasah sangat relevan karena mengajarkan ilmu sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Wawan.
Ia menambahkan bahwa program tersebut juga selaras dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta, khususnya dalam menumbuhkan cinta terhadap ilmu, diri sendiri, sesama, dan alam.
“Nilai Panca Cinta harus hadir dalam aktivitas nyata. Ketika anak merawat tanaman, menjaga kebersihan, membuat kompos, dan belajar memahami lingkungan, di sana ada pendidikan karakter. Kita ingin mereka memahami bahwa mencintai alam juga merupakan bagian dari tanggung jawab kita sebagai manusia,” jelasnya.
Dalam rancangan program tersebut, kegiatan akan menghasilkan sejumlah output, yaitu kebun mini sekolah, laporan ilmiah, poster edukasi, dan video dokumentasi. Produk tersebut diharapkan menjadi bukti nyata proses pembelajaran sekaligus dapat memberikan manfaat bagi warga madrasah.
Kegiatan kokurikuler ini juga diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik. Siswa tidak hanya menerima materi, tetapi terlibat langsung dalam proses merancang, mengamati, menghitung, membuat, mendokumentasikan, dan merefleksikan hasil kegiatan.
Melalui program tersebut, MTsN 2 Rejang Lebong terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang kolaboratif, kontekstual, berbasis pengalaman, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Semangat Eco Green Madrasah diharapkan dapat tumbuh menjadi budaya positif yang tidak hanya berlangsung selama projek, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam kehidupan warga madrasah.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2

.jpeg)

