“Tak Mau Salah Panjang! Ibu-Ibu MT Al Arofah Teliti Membaca Iqro 2 hingga Tuntas”.
Rejang Lebong (Humas) – Semangat belajar membaca Al-Qur’an terus ditunjukkan oleh ibu-ibu Majelis Taklim (MT) Al Arofah. Pada Rabu malam (19/8) kegiatan bimbingan membaca Iqro 2 berlangsung dengan penuh perhatian dan ketelitian.
Kegiatan tersebut dibimbing oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Curup Utara, Siti Rodiatul Kholidawati, S.H.I. Dalam pembelajaran kali ini, para peserta melanjutkan bacaan Iqro 2 dengan fokus pada ketepatan dalam membaca huruf-huruf Hijaiyah, terutama ketika menemukan bacaan yang harus dilafalkan dengan nada panjang.
Siti memberikan penjelasan secara bertahap agar peserta tidak hanya mampu mengenali bentuk huruf, tetapi juga memahami cara membacanya dengan benar. Setiap bacaan diperhatikan secara cermat, kemudian diikuti dengan latihan secara berulang agar peserta semakin terbiasa membedakan bacaan panjang dan pendek.
Suasana pembelajaran berlangsung serius namun tetap penuh semangat. Ibu-ibu MT Al Arofah terlihat berusaha membaca dengan hati-hati. Ketika menemukan huruf Hijaiyah dengan bacaan panjang, mereka tidak terburu-buru melanjutkan, melainkan memastikan terlebih dahulu panjang pendek bacaannya.
“Yang penting jangan terburu-buru ya selow santuy. Kita baca dengan teliti, perhatikan hurufnya, kemudian pastikan panjang dan pendek bacaannya,” ujar Siti saat memberikan bimbingan.
Menurutnya, proses belajar Iqro membutuhkan kesabaran dan latihan yang konsisten. Kesalahan dalam membaca merupakan bagian dari proses belajar, sehingga peserta terus diborong untuk berni mencoba, memperbaiki bacaan, dan mengulang kembali hingga semakin lancar.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya PAI KUA Curup Utara dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di tengah masyarakat. Dengan pembelajaran yang dilakukan secara rutin, diharapkan ibu-ibu MT Al Arofah semakin percaya diri dalam membaca Al-Qur’an dengan baik, benar, dan sesuai kaidah.
Semangat ibu-ibu untuk terus belajar menjadi bukti bahwa tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki kemampuan membaca Al-Qur’an. Dari satu huruf, satu bacaan, hingga ketepatan panjang pendeknya, semuanya dipelajari dengan tekun demi menghasilkan bacaan yang semakin baik.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #PenyuluhAgamaIslamBergerak#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara

.jpeg)

