Pertimbangkan Kesiapan Siswa dan Guru, MTsN 2 Rejang Lebong Kaji Implementasi Alef Education
Rejang Lebong, (Humas) — MTsN 2 Rejang Lebong terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menghadirkan pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui peninjauan terhadap platform pembelajaran digital Alef Education yang dilaksanakan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Apriliandi, M.Pd., Gr., pada Kamis (20/8) di PTSP MTsN 2 Filial Rejang Lebong.
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk mempertimbangkan kemungkinan penggunaan platform Alef Education dalam mendukung proses pembelajaran di MTsN 2 Rejang Lebong. Dalam proses pengkajian, madrasah tidak hanya mempertimbangkan keunggulan dan fitur yang tersedia pada platform, tetapi juga memperhatikan kondisi peserta didik, kesiapan guru, serta kesiapan sarana dan kondisi lapangan.
Waka Kurikulum MTsN 2 Rejang Lebong, Apriliandi menyampaikan bahwa penerapan teknologi pembelajaran perlu dilakukan secara terukur dan tidak dapat dilepaskan dari kondisi nyata yang ada di madrasah.
“Sebelum sebuah platform diterapkan secara luas, tentu perlu kita lihat terlebih dahulu bagaimana kondisi siswa, kesiapan guru, dan kondisi lapangan. Teknologi pembelajaran harus benar-benar memberikan manfaat dan memudahkan proses belajar, bukan justru menjadi beban baru bagi guru maupun siswa,” ungkap Apriliandi.
Menurutnya, Alef Education memiliki potensi untuk mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan memanfaatkan teknologi digital. Namun, kesiapan pengguna menjadi salah satu faktor penting agar implementasinya dapat berjalan secara optimal.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., MM., menyambut baik langkah peninjauan tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap inovasi yang akan diterapkan di madrasah perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.
“Kita menyambut baik setiap inovasi yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, penerapannya harus mempertimbangkan kondisi madrasah. Kita ingin teknologi hadir sebagai alat yang membantu guru dan siswa belajar dengan lebih baik, lebih menyenangkan, dan lebih bermakna,” ujar Wawan.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi juga perlu ditempatkan dalam kerangka Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Menurutnya, digitalisasi pembelajaran bukan sekadar menghadirkan perangkat atau platform baru, tetapi harus tetap berorientasi pada pembelajaran yang memanusiakan peserta didik.
“KBC mengajarkan kepada kita bahwa pendidikan harus dibangun dengan cinta, termasuk cinta terhadap ilmu dan peserta didik. Karena itu, teknologi yang kita gunakan juga harus mampu mendukung terciptanya pembelajaran yang humanis, menyenangkan, dan memberikan ruang kepada siswa untuk berkembang sesuai potensinya,” jelasnya.
Dalam perspektif KBC, pemanfaatan Alef Education nantinya diharapkan tidak hanya mendukung cinta ilmu, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk membangun pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan siswa. Guru tetap memiliki peran sentral dalam membimbing, mendampingi, dan memberikan sentuhan pembelajaran yang berlandaskan nilai-nilai cinta.
Sebagai tindak lanjut dari peninjauan tersebut, madrasah merencanakan kegiatan sosialisasi Alef Education kepada guru. Sosialisasi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai fitur, manfaat, mekanisme penggunaan, serta kesiapan teknis sebelum platform tersebut diputuskan untuk digunakan secara lebih luas.
Rencana sosialisasi juga menjadi bagian dari upaya madrasah membangun kesiapan guru secara bertahap. Dengan demikian, keputusan implementasi Alef Education nantinya dapat diambil berdasarkan pertimbangan yang matang dan sesuai dengan kebutuhan nyata MTsN 2 Rejang Lebong.
Langkah tersebut sekaligus menegaskan komitmen MTsN 2 Rejang Lebong untuk terus melakukan inovasi pembelajaran dengan tetap menjaga nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta, sehingga transformasi digital tidak hanya berorientasi pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada terciptanya pembelajaran yang bermakna, humanis, menyenangkan, dan berpihak pada perkembangan peserta didik.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2

.jpeg)

