KUA Se-kabupaten Rejang Lebong Jadi Lokasi Penelitian Ekoteologi IAIN Curup
Rejang Lebong (Humas) – Kepala KUA Sindang Beliti Ulu, Darwis, S.Ag., M.H, didampingi dua Penyuluh Agama Islam, Alam Nuari, S.Kom.I dan Zerdino, S.Pd.I, menjadi informan dalam kegiatan wawancara penelitian ekoteologi yang dilaksanakan oleh tim peneliti dari IAIN Curup di ruang tamu KUA Sindang Beliti Ulu, Kamis (25/6) pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan penelitian tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. H. Yuseftri, M.Ag bersama tim yang beranggotakan Sri Wihidayati, M.H.I, Sidiq Aulia, S.H., M.H, dan Rif'al Fauzi Ys. Wawancara dilakukan untuk menggali informasi mengenai implementasi nilai-nilai ekoteologi dalam pelayanan keagamaan, pembinaan masyarakat, serta upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh KUA Sindang Beliti Ulu.
Dalam wawancara tersebut, Darwis menjelaskan bahwa ekoteologi merupakan konsep yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Menurutnya, KUA memiliki peran strategis dalam menanamkan kesadaran kepada masyarakat bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari ajaran Islam dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.
“Melalui berbagai kegiatan pembinaan dan penyuluhan keagamaan, kami terus mengajak masyarakat untuk memahami bahwa menjaga lingkungan bukan hanya kebutuhan sosial, tetapi juga bagian dari ibadah dan pengamalan nilai-nilai agama,” ungkap Darwis.
Penyuluh Agama Islam Alam Nuari, S.Kom.I menambahkan bahwa materi tentang pelestarian lingkungan sering disisipkan dalam kegiatan penyuluhan dan pembinaan masyarakat. Hal tersebut bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif agar masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan, penghijauan, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Zerdino, S.Pd.I menyampaikan bahwa kolaborasi antara tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat sangat diperlukan dalam mewujudkan gerakan pelestarian lingkungan yang berkesinambungan. Menurutnya, pendekatan keagamaan dapat menjadi sarana yang efektif dalam membangun budaya cinta lingkungan.
Ketua tim penelitian, Prof. Dr. H. Yuseftri, M.Ag, mengapresiasi keterbukaan dan dukungan KUA Sindang Beliti Ulu terhadap pelaksanaan penelitian. Ia berharap hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi ilmiah bagi pengembangan konsep ekoteologi sekaligus menjadi bahan rekomendasi dalam penguatan program-program keagamaan yang berwawasan lingkungan.
Kegiatan wawancara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Melalui penelitian ini diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara lembaga pendidikan, Kementerian Agama, dan masyarakat dalam menumbuhkan kesadaran ekologis berbasis nilai-nilai keagamaan demi terciptanya lingkungan yang lestari dan berkelanjutan.
(eri/Edwinsya)Hastag : Kemenagrejanglebong Kuasindangbelitiulu
From : KUA S. Beliti Ulu



