KUA Selupu Rejang Gelar Dialog Kerukunan Umat Beragama dan Moderasi Beragama di GKII Karang Jaya
Rejang Lebong (Humas) – Dalam rangka memperkuat harmoni sosial dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya moderasi beragama, Kepala KUA Selupu Rejang menyelenggarakan kegiatan Dialog Kerukunan Umat Beragama dan Moderasi Beragama pada Minggu (21/6) bertempat di Aula Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) Jemaat Karang Jaya, Desa Karang Jaya, Kecamatan Selupu Rejang.
Kegiatan ini dihadiri oleh Penyuluh Agama Islam KUA Selupu Rejang , Penyuluh Agama Kristen Innike, gembala sidang dan jemaat GKII Jemaat Karang Jaya, Kepala Desa Karang Jaya, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah Masjid Al Hidayah. Kehadiran berbagai elemen masyarakat tersebut menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga kerukunan dan persaudaraan di tengah keberagaman.
Adapun yang bertindak sebagai panitia kegiatan adalah para Penyuluh Agama Islam KUA Selupu Rejang, yaitu Sodikin, S.Pd.I., Zetti Sarlina, S.Sos.I., dan Okfa Muthmainnah, S.Kom.I. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan melalui dialog interaktif yang membahas pentingnya toleransi, saling menghormati, serta penguatan moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala KUA Selupu Rejangbnu Hajar, S.Ag MHI menyampaikan bahwa kegiatan dialog ini merupakan bagian dari implementasi Asta Protas (Delapan Program Prioritas) Kementerian Agama, khususnya pada program penguatan kerukunan umat beragama dan moderasi beragama yang menjadi salah satu fokus pembangunan kehidupan beragama di Indonesia.
"Kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Asta Protas Kementerian Agama dalam memperkuat kerukunan umat beragama dan moderasi beragama. Keberagaman adalah anugerah yang harus kita rawat bersama. Melalui dialog dan silaturahmi seperti ini, kita membangun saling pengertian, mempererat persaudaraan, serta memperkuat komitmen untuk menjaga kedamaian dan persatuan bangsa," ujar Kepala KUA Selupu Rejang.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa moderasi beragama bukanlah upaya mengurangi keyakinan seseorang terhadap agamanya, melainkan cara beragama yang menjunjung tinggi nilai toleransi, anti-kekerasan, menghargai tradisi, serta setia pada komitmen kebangsaan.
"Kerukunan yang telah terjalin baik di Desa Karang Jaya harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Semangat gotong royong, toleransi, dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi modal penting dalam menciptakan masyarakat yang damai dan sejahtera," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Karang Jaya menyampaikan apresiasi kepada KUA Selupu Rejang yang telah memfasilitasi kegiatan lintas agama tersebut. Menurutnya, dialog seperti ini sangat penting untuk memperkuat hubungan antarwarga dan mencegah munculnya kesalahpahaman yang dapat mengganggu keharmonisan masyarakat.
Para peserta juga menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap dialog kerukunan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana membangun komunikasi dan memperkuat persaudaraan antarumat beragama.
Melalui kegiatan ini, KUA Selupu Rejang menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam mengimplementasikan program-program Kementerian Agama, khususnya dalam mewujudkan masyarakat yang rukun, moderat, dan harmonis sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
(Okfa/Edwinsya)Hastag : #kemenagberdampak #KitaMulaiCaraBaru #CaraBaruKemenag #kuaselupurejang
From : KUA Selupu Rejang



