Penyuluh dan Penghuluh Kua Kecamatan Sindang Beliti Ilir, ASN Kemenag Rejang Lebong Ikuti Bimtek EWS SIRUKUN untuk Perkuat Deteksi Dini Kerukunan Umat Beragama
Rejang Lebong (Humas) – Dalam rangka meningkatkan kapasitas aparatur Kementerian Agama dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan kerukunan umat beragama, jajaran Penyuluh Agama, Penghulu, pejabat struktural, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor urusan Agama kecamatan Sindang Beliti Ilir, Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Early Warning System (EWS) SIRUKUN yang diselenggarakan oleh Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama Republik Indonesia secara daring melalui Zoom Meeting, (23/6)
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut Surat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Nomor B320/Kw.07.1/BA.02/06/2026 tanggal 22 Juni 2026 tentang Pelaksanaan Bimtek EWS SIRUKUN. Melalui surat tersebut, seluruh Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu diminta menugaskan peserta yang berperan sebagai inputer, verifikator, dan viewer dalam sistem EWS SIRUKUN.
Bimbingan teknis yang berlangsung pukul 13.30 WIB hingga 15.30 WIB ini diikuti oleh peserta dari berbagai satuan kerja Kementerian Agama di Provinsi Bengkulu. Kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, dilanjutkan arahan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB), paparan mengenai grand desain Early Warning System (EWS), serta simulasi penggunaan aplikasi EWS SIRUKUN.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin, M.Si, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pemanfaatan sistem EWS SIRUKUN sebagai instrumen strategis dalam memantau, mendeteksi, dan melaporkan berbagai dinamika kehidupan keagamaan yang berpotensi memengaruhi kerukunan umat beragama.
Sementara itu, Kepala PKUB Kementerian Agama RI, H. Adib Abdushomad, M.Ed., Ph.D, menyampaikan bahwa EWS SIRUKUN merupakan langkah inovatif Kementerian Agama dalam membangun sistem informasi yang terintegrasi guna memperkuat upaya pencegahan konflik sosial keagamaan melalui pelaporan dan pemantauan secara cepat, tepat, dan akurat.
Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh pemahaman teknis mengenai mekanisme penginputan data, proses verifikasi, serta pemanfaatan informasi yang tersedia dalam sistem EWS SIRUKUN. Diharapkan seluruh peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh sehingga pelaksanaan deteksi dini dan pemeliharaan kerukunan umat beragama di daerah dapat berjalan lebih optimal. Tanggapan Peserta Bimtek EWS SIRUKUN
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sindang Beliti Ilir, Tutik Nurhidayati, menyampaikan bahwa Bimbingan Teknis EWS SIRUKUN memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya deteksi dini terhadap berbagai dinamika sosial keagamaan yang berkembang di masyarakat.
"Melalui kegiatan ini, kami semakin memahami pentingnya peran penyuluh sebagai ujung tombak Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan umat beragama. EWS SIRUKUN menjadi sarana yang sangat membantu dalam memetakan kondisi lapangan sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat," ujarnya.
Senada dengan itu, Saleha mengungkapkan bahwa sistem EWS SIRUKUN akan memperkuat koordinasi antara penyuluh dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga stabilitas kehidupan beragama.
"Kami berharap aplikasi ini dapat menjadi media pelaporan yang efektif dan terintegrasi. Dengan data yang akurat, berbagai potensi persoalan sosial keagamaan dapat dideteksi sejak dini sehingga kerukunan masyarakat tetap terjaga," katanya.
Sementara itu, Effi Eriyanti menilai bahwa pelatihan tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi ASN Kementerian Agama di bidang pemantauan dan pelaporan kondisi kerukunan umat beragama.
"Materi yang disampaikan sangat aplikatif dan mudah dipahami. Kami mendapatkan wawasan baru mengenai mekanisme pelaporan berbasis digital yang dapat mendukung tugas penyuluhan di lapangan secara lebih profesional dan akuntabel," jelasnya.
Di tempat terpisah, Penghulu KUA Kecamatan Sindang Beliti Ilir, Kendradinan, M.H.I., menyampaikan apresiasi kepada Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI dan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu atas terselenggaranya Bimtek EWS SIRUKUN.
"Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan kerukunan umat beragama. Kami berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh sehingga pelayanan Kementerian Agama kepada masyarakat semakin responsif, adaptif, dan mampu menjaga harmonisasi kehidupan beragama di wilayah Kabupaten Rejang Lebong, khususnya Kecamatan Sindang Beliti Ilir," ungkap Kendradinan.
Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara penghulu, penyuluh agama, dan seluruh ASN Kementerian Agama menjadi kunci utama dalam membangun masyarakat yang rukun, moderat, dan harmonis sesuai dengan semangat Moderasi Beragama yang terus digaungkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Dengan terselenggaranya Bimtek EWS SIRUKUN, Kementerian Agama terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat moderasi beragama, menjaga keharmonisan sosial, serta membangun sistem peringatan dini yang efektif demi terwujudnya kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan harmonis.
(AMINAH SUSILA YANTI, S.Pd/Edwinsya)Hastag : #Kanwilkemenag#kanwil#Kemenagrl#kuasbi#Penyuluh#SBI
From : KUA S. Beliti Ulir



