PEMBINAAN TOKOH AGAMA DAN MASYARAKAT DI DESA BARU MANIS: WUJUDKAN KERUKUNAN DAN MODERASI BERAGAMA
Rejang Lebong (Humas) – Pemerintah Kecamatan Bermani Ulu melalui Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong menggelar kegiatan Pembinaan Penyelenggara Kristen serta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat yang bertempat di Aula Desa Baru Manis, Kecamatan Bermani Ulu, pada Senin (22/6). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Baru Manis, Sofyan Efendi, serta para tokoh agama dari tiga keyakinan, yakni Islam, Kristen, dan Sapta Darma.
Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat kohesi sosial dan harmoni antarumat beragama di wilayah Bermani Ulu. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Penyelenggara Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Ibu Minarmin Telaumbanua, yang mewakili Kepala Kemenag Kabupaten Rejang Lebong H. Rahman.
Dalam sambutan dan arahannya, Ibu Minarmin menyampaikan pesan penting yang ditujukan kepada seluruh tokoh agama yang hadir. “Para tokoh agama adalah ujung tombak perekat kerukunan. Kami berpesan, mari kita bersama-sama menjadi teladan dalam kasih, perekat di tengah keberagaman, dan pembawa harapan di tengah tantangan zaman. Perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk bersatu membangun masyarakat yang adil dan makmur,” ujarnya.
Pembinaan ini merupakan program strategis Kementerian Agama yang bertujuan untuk memberdayakan tokoh agama dan masyarakat sebagai agen moderasi beragama, pencegah radikalisme, serta penyelesai konflik di tingkat kecamatan. Tokoh-tokoh yang hadir dibekali dengan wawasan kebangsaan dan pemahaman keagamaan yang inklusif agar mampu menjadi panutan moral dan spiritual di lingkungan masing-masing.
Hadir sebagai narasumber, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bermani Ulu, Yusman Haris memberikan pemaparan tentang pentingnya semangat gotong royong yang tidak terbatas oleh identitas agama. “Masyarakat kita harus terus bergotong royong tanpa memandang agama mana pun. Mari kita utamakan dialog toleransi dan semangat moderasi beragama agar persatuan bangsa kita senantiasa terjaga,” tegasnya.
Selanjutnya, Penyuluh Agama Islam Bapak Joni Anjerian menyampaikan materi mengenai prinsip-prinsip kerukunan dalam Islam. Ia menjelaskan bahwa Islam menempatkan kerukunan sebagai fondasi utama yang diwujudkan melalui tiga pilar persaudaraan, yaitu Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama umat Islam), Ukhuwah Wathaniyah (persaudaraan sesama anak bangsa), dan Ukhuwah Basyariyah/Insaniyah (persaudaraan sesama umat manusia). "Dengan mengedepankan tiga ukhuwah ini, kita dapat membangun kehidupan yang damai dan saling menghargai di tengah keberagaman," paparnya.
Sesi materi ditutup oleh perwakilan Penyelenggara Kristen, Pendeta yang menekankan pentingnya kasih kepada sesama manusia tanpa membedakan keyakinan. Dalam paparannya, ia menyampaikan rasa syukur karena masyarakat Desa Baru Manis dikenal memiliki tingkat toleransi yang sangat tinggi dan tidak pernah tercatat mengalami konflik antarumat beragama. "Kasih itu melampaui segala perbedaan. Mari kita terus menjaga kekompakan dalam bermasyarakat, utamakan gotong royong, dan jadikan kerukunan ini sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang," ujar Pendeta.
Kepala Desa Baru Manis, Sofyan Efendi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap pembinaan ini mampu memperkuat sinergi antara pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga ke depan, Desa Baru Manis menjadi percontohan desa toleran di Kabupaten Rejang Lebong," harapnya.
Kegiatan yang diikuti oleh puluhan peserta ini berlangsung dengan penuh antusiasme dan diakhiri dengan deklarasi bersama untuk menjaga kerukunan serta komitmen mendukung program pemerintah, terutama dalam mewujudkan masyarakat Bermani Ulu yang moderat, rukun, dan berdaya saing.
(Sendi/Edwinsya)Hastag : #kuabermaniulu
From : KUA Bermni Ulu



