KUA Sindang Kelingi Jadi Lokus Penelitian Ekoteologi, Catin Wajib Tanam 5 Pohon Aren untuk Kelestarian Lingkungan
Rejang Lebong (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sindang Kelingi menerima kunjungan tim peneliti yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Yusefri, M.Ag. dalam rangka penelitian berjudul “Ekoteologi sebagai Ibadah Sosial Institusi di KUA se-Kabupaten Rejang Lebong.” (18/6)
Kedatangan tim peneliti disambut langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Sindang Kelingi, Bastul Biri, S.Sos.I, bersama jajaran staf dan penyuluh agama Islam KUA Sindang Kelingi.
Dalam arahannya, Bastul Biri menjelaskan bahwa implementasi program ekoteologi di wilayah Kecamatan Sindang Kelingi telah berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dari masyarakat. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah kewajiban bagi calon pengantin (catin) di wilayah Desa Sindang Jaya untuk menanam lima batang pohon aren sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
“Program ini tidak hanya menjadi bagian dari upaya pelestarian alam, tetapi juga sebagai wujud ibadah sosial yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Bastul Biri.
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa para penyuluh agama telah berkoordinasi dan berkolaborasi dengan kelompok tani di wilayah binaan masing-masing. Sinergi tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mendukung program-program penghijauan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Prof. Yusefri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KUA Sindang Kelingi atas sambutan yang diberikan serta keterbukaan dalam menyampaikan informasi yang dibutuhkan untuk penelitian.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala KUA, staf, dan para penyuluh agama yang telah memberikan berbagai informasi dan pengalaman terkait implementasi ekoteologi di lapangan. Keterbukaan ini sangat membantu dalam proses penelitian yang sedang kami lakukan,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, penuh diskusi, dan berjalan dengan lancar. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pengembangan kebijakan serta memperkuat peran KUA sebagai institusi yang tidak hanya melayani urusan keagamaan, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pendekatan ekoteologi.
(Septian/Edwinsya)Hastag : KUA SINDANG KELINGI
From : KUA S. Kelingi



