KUA Binduriang Terima Kunjungan Tim Peneliti IAIN CURUP Terkait Implementasi Ekotiologi Dalam Penyuluhan Agama
Rejang Lebong (Humas) Binduriang, 10 Juni 2026 – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Binduriang menerima kunjungan resmi dari Tim Peneliti Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup yakni Prof. Dr. H. Yusefri, M. Ag, beserta istri Kunjungan akademis ini dilakukan dalam rangka riset mendalam mengenai Implementasi Ekoteologi (Teologi Lingkungan) dalam program dakwah dan penyuluhan agama yang dijalankan oleh KUA Binduriang.
Kedatangan tim peneliti yang terdiri dari dosen dan mahasiswa pascasarjana IAIN Curup ini disambut langsung oleh Kepala KUA Binduriang beserta jajaran Penyuluh Agama Fungsional maupun Non-PNS.
Ketua Tim Peneliti IAIN Curup menjelaskan bahwa pemilihan KUA Binduriang sebagai lokus penelitian didasari oleh letak geografis Binduriang yang kaya akan potensi alam, sekaligus tantangan lingkungan yang dihadapi masyarakatnya. Ekoteologi sendiri merupakan konsep yang menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan kesadaran menjaga ekosistem dan lingkungan hidup.
"Kami melihat KUA Binduriang memiliki potensi besar melalui para penyuluhnya untuk mengedukasi masyarakat bahwa menjaga alam adalah bagian dari iman. Kami ingin meneliti sejauh mana konsep fikih lingkungan (fiqh al-bi’ah) atau ekoteologi ini telah diimplementasikan dalam penyuluhan lapangan," ujarnya.
Mewakili Kepala KUA Binduriang salah satu Penyuluh Agama Fauzan, S. Sos, menyambut baik dan mendukung penuh riset ini. Beliau memaparkan bahwa isu lingkungan sudah mulai disisipkan dalam berbagai lini pelayanan KUA, termasuk saat memberikan pembekalan kepada calon pengantin (catin) dan majelis taklim.
Beberapa implementasi nyata ekoteologi yang didiskusikan dalam pertemuan tersebut antara lain:
- Gerakan Catin Menanam: Ajakan bagi calon pengantin untuk menanam pohon sebagai simbol sedekah oksigen dan kesiapan membangun kehidupan baru yang subur.
- Materi Dakwah Ramah Lingkungan: Edukasi kepada masyarakat mengenai larangan merusak alam, menjaga hulu sungai, serta pengelolaan sampah yang ditinjau dari sudut pandang hukum Islam.
"Pernikahan, ibadah, dan muamalah tidak akan berjalan nyaman jika bumi yang kita pijak rusak. Oleh karena itu, sinergi dengan IAIN Curup ini sangat penting. Hasil penelitian ini nantinya akan kami jadikan rekomendasi untuk menyusun strategi penyuluhan yang lebih kontekstual dan berbasis pelestarian lingkungan," ungkap Kepala KUA Binduriang.
Kunjungan ilmiah ini diakhiri dengan sesi wawancara mendalam bersama para penyuluh agama KUA Binduriang dan foto bersama. Diharapkan, kolaborasi antara akademisi dan praktisi keagamaan ini dapat melahirkan gerakan "Dakwah Hijau" yang berdampak nyata bagi kelestarian alam di Kecamatan Binduriang.
(Diana/Edwinsya)Hastag : #Ekoteologi #IAINCurup #KUABinduriang #RisetKeagamaan
From : KUA Binduriang



