Kajian Keislaman di MT Riyadhus Sholihin, PAI Bahas Pentingnya Hati dalam Kehidupan Seorang Muslim
Rejang Lebong (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) Epa Laila, S.Ag menyampaikan kajian keislaman tentang pentingnya menjaga hati dalam kehidupan seorang muslim pada kegiatan rutin Majelis Taklim Riyadhus Sholihin Kelurahan Sukaraja. Kegiatan tersebut diikuti oleh para jamaah dengan penuh antusias dan berlangsung dalam suasana yang khidmat. (09/06)
Dalam penyampaiannya, Epa Laila menjelaskan bahwa hati merupakan pusat kendali perilaku manusia. Baik atau buruknya ucapan, sikap, dan perbuatan seseorang sangat dipengaruhi oleh kondisi hatinya. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya senantiasa berupaya membersihkan hati dari sifat-sifat tercela seperti iri, dengki, sombong, dan prasangka buruk.
“Hati yang bersih akan melahirkan akhlak yang baik serta memperkuat hubungan seorang hamba dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia. Sebaliknya, hati yang dipenuhi penyakit akan berdampak pada rusaknya perilaku dan kehidupan seseorang,” jelas Epa Laila di hadapan para jamaah.
Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, menjaga keikhlasan dalam beribadah, serta senantiasa melakukan muhasabah diri sebagai upaya merawat kebersihan hati.
Kepala KUA Kecamatan Curup Timur, Hafizano, S.Ag., M.H., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kajian tersebut. Menurutnya, pembinaan keagamaan melalui majelis taklim memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam di tengah masyarakat.
“Kajian tentang hati sangat relevan dengan kehidupan saat ini. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat diharapkan dapat semakin memahami pentingnya menjaga hati agar tercermin dalam perilaku yang baik, harmonis, dan penuh nilai-nilai keislaman,” ungkap Hafizano.
Salah satu jamaah Majelis Taklim Riyadhus Sholihin, Fitri mengaku sangat bersyukur dapat mengikuti kajian tersebut. Ia merasa materi yang disampaikan memberikan banyak pelajaran dan motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
“Kajian ini sangat menyentuh dan mengingatkan kami bahwa yang paling penting bukan hanya memperbaiki penampilan lahiriah, tetapi juga membersihkan hati. Semoga ilmu yang kami peroleh dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Fitri.
Melalui kegiatan kajian rutin ini, diharapkan para jamaah semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas keimanan, memperbaiki akhlak, serta menjadikan hati yang bersih sebagai bekal dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
(Reli/Edwinsya)Hastag : #KUA CURUP TIMUR #HUMAS KUA CURUP TIMUR 2026
From : KUA Curup Timur



