Di Tengah Kesibukan UAS, Siswa MIS Nurul Kamal Tetap Disiplin Setor Hafalan Al-Qur'an
Rejang Lebong (Humas) – Semangat Qur'ani siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nurul Kamal kembali menjadi sorotan. Di tengah kesibukan pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) Genap Tahun Pelajaran 2025/2026, para siswa kelas 1 hingga 5 tetap disiplin menjalankan program setoran hafalan Al-Qur'an harian, Senin (8/6).
Sejak pukul 07.30 WIB, halaman madrasah sudah tampak ramai. Sebelum bel masuk dan siswa mengerjakan soal UAS, mereka berbaris rapi di ruang tahfizh. Satu per satu maju ke meja guru untuk menyetorkan hafalan surah-surah pendek. Suasana haru sekaligus khidmat terasa ketika lantunan ayat-ayat suci menggema di sela kesibukan ujian.
Surah yang paling banyak disetorkan pada hari itu antara lain Surah An-Nas, Al-Falaq, Al-Ikhlas, Al-Kautsar, Al-Ma'un, hingga Al-Qari'ah. Beberapa siswa bahkan mampu menyetorkan satu surah penuh, sementara siswa kelas 1 hingga 3 menyetorkan 3 hingga 5 ayat per hari sesuai target yang telah ditentukan.
Kepala Madrasah MIS Nurul Kamal, Agustori, S.Pd.Gr., menyampaikan bahwa tradisi setoran hafalan ini sengaja tidak diliburkan meskipun masa UAS sedang berlangsung.
"Ujian dunia memang penting, tapi ujian akhirat jauh lebih utama. Kami ingin melahirkan generasi yang cerdas akademik sekaligus kuat hafalan dan akhlaknya. Alhamdulillah, anak-anak membuktikan bahwa keduanya bisa berjalan beriringan. Ada yang datang lebih awal ke madrasah hanya untuk setor hafalan sebelum ujian dimulai," jelasnya penuh bangga.
Senada dengan kepala madrasah, A. Misbahkul N.M., S.Pd.I.Gr., selaku pembina program tahfizh, menambahkan bahwa metode talaqqi (face-to-face) dan sima'i (mendengarkan bacaan) terus diterapkan. Guru menyimak langsung bacaan siswa agar tajwid dan makharijul huruf tetap terjaga.
Salah satu siswa kelas 4, Muhammad Fikri Habibullah, mengaku merasakan manfaat langsung dari rutinitas setoran hafalan ini.
"Sebelum masuk ruang ujian, saya setor Surah Al-Ikhlas dulu ke Ustadzah. Rasanya dada jadi lebih tenang, tidak gugup lagi. Doa dulu, setor dulu, baru ujian. InsyaAllah nilainya berkah dan diridhai Allah," katanya sambil tersenyum setelah selesai mengerjakan soal Matematika.
Para wali murid yang mengantarkan anak-anaknya juga memberikan apresiasi. Menurut salah satu wali murid, program ini sangat membantu anaknya disiplin dalam murojaah (mengulang hafalan) di rumah.
"Anak saya jadi terbiasa bangun subuh untuk hafalan. Saat UAS pun tetap setor. Kami sebagai orang tua sangat terbantu karena madrasah konsisten mendidik iman dan ilmu secara bersamaan," tuturnya.
(Putrirahma /Edwinsya)Hastag : Misnurulkamal
From : MIS Nurul Kamal



