Evaluasi Binaan Keagamaan, MTsN 2 Rejang Lebong Dorong Siswa Lebih Percaya Diri Saat Kultum
Rejang Lebong (Humas) – Program binaan keagamaan pagi terus menjadi perhatian MTsN 2 Rejang Lebong dalam membentuk karakter religius dan meningkatkan kemampuan berbicara siswa di depan umum. Sebagai bagian dari evaluasi kegiatan keagamaan yang telah berjalan, guru Pendidikan Agama Islam, Rahayu Nengsih, S.Pd.I., Gr., berencana menerapkan program kultum tanpa teks pada tahun ajaran baru mendatang.
Kegiatan evaluasi tersebut disampaikan dalam pembinaan keagamaan pagi yang berlangsung di lingkungan madrasah pada Rabu (3/6). Menurut Rahayu, kemampuan menyampaikan kultum secara spontan perlu dilatih sejak dini agar siswa tidak hanya mampu membaca materi, tetapi juga memahami serta menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan baik.
"Dari hasil pengamatan selama kegiatan kultum, masih banyak siswa yang sangat bergantung pada teks. Oleh karena itu, pada tahun ajaran baru nanti perlu dilakukan evaluasi dan pembiasaan agar siswa berani tampil serta menyampaikan kultum tanpa membaca teks secara penuh," ujar Rahayu.
Ia menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan untuk melatih keberanian, meningkatkan pemahaman materi keagamaan, serta mengembangkan kemampuan komunikasi siswa. Dengan terbiasa berbicara tanpa teks, siswa diharapkan lebih percaya diri ketika tampil di depan banyak orang.
Selain itu, kegiatan kultum tanpa teks juga diyakini dapat membantu siswa memahami isi materi yang disampaikan, bukan sekadar menghafal atau membaca naskah yang telah disiapkan.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, Jauhari, S.H.I., Gr., menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, pembinaan keagamaan tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan agama, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan berbicara siswa.
"Kegiatan kultum tanpa teks merupakan langkah yang baik untuk melatih mental, keberanian, dan kemampuan komunikasi siswa. Madrasah mendukung setiap program yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembinaan karakter peserta didik," ungkap Jauhari.
Ia menambahkan bahwa kemampuan berbicara di depan umum merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki siswa sebagai bekal di masa depan. Oleh sebab itu, pembiasaan melalui kegiatan keagamaan menjadi sarana yang efektif untuk mengembangkan potensi tersebut.
Melalui program ini, MTsN 2 Rejang Lebong berharap siswa tidak hanya menjadi generasi yang memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga mampu menyampaikan nilai-nilai keislaman dengan percaya diri, santun, dan penuh tanggung jawab di tengah masyarakat.
Kegiatan binaan keagamaan pagi sendiri rutin dilaksanakan sebagai salah satu program unggulan madrasah dalam menanamkan nilai-nilai religius, membangun akhlakul karimah, serta mengembangkan karakter positif peserta didik.
(April/Edwinsya)Hastag : #humasmtsn2rejanglebong
From : MTsN 2



.jpg)