Penyuluh Agama Islam KUA Bermani Ulu Raya Berikan Materi Keutamaan Salat Berjamaah dan Amalan 10 Hari Pertama Dzulhijjah di Majelis Taklim Uswatun Hasanah
Rejang Lebong (Humas) — Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bermani Ulu Raya, Ritsa Sindika, S.E., menyampaikan materi tentang keutamaan dan hukum salat berjamaah serta keutamaan amal pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah dalam kegiatan Majelis Taklim Uswatun Hasanah. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Pal VII, Tran Tapak 50, pada Selasa (2/6).
Acara yang berlangsung di Masjid Al Muhairin tersebut diawali dengan tadarus Al-Qur’an secara bergilir oleh para jamaah majelis taklim. Suasana kegiatan tampak khidmat dan penuh kekeluargaan. Ketua Majelis Taklim Uswatun Hasanah, Sumiyati, turut hadir dan menyambut baik kegiatan penyuluhan keagamaan yang rutin dilaksanakan guna meningkatkan pemahaman keislaman para jamaah.
Dalam penyampaiannya, Ritsa Sindika menjelaskan bahwa salat berjamaah memiliki keutamaan yang besar, di antaranya mendapatkan pahala 27 derajat dibandingkan salat sendirian. Ia juga menekankan bahwa salat berjamaah menjadi salah satu amalan yang dapat mempererat ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan di tengah masyarakat. Ia pun mengajak para jamaah untuk lebih giat dan semangat dalam memakmurkan masjid melalui pelaksanaan salat berjamaah secara rutin.
Selain itu, Ritsa Sindika juga menyampaikan materi tentang keutamaan memperbanyak amal saleh pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Ia menjelaskan bahwa masa tersebut merupakan hari-hari yang sangat istimewa dan dicintai oleh Allah Swt. Di antara amalan yang dianjurkan adalah puasa sunnah (terutama puasa Arafah), memperbanyak sedekah, zikir, membaca Al-Qur'an, serta berbagai amal kebaikan lainnya yang memiliki nilai pahala berlipat ganda.
Tidak hanya itu, materi mengenai ibadah kurban juga turut disampaikan kepada para jamaah. Ritsa Sindika memaparkan secara rinci tentang hukum kurban (sunnah muakkadah bagi yang mampu), syarat-syarat hewan kurban, serta hikmah di balik ibadah kurban sebagai bentuk ketakwaan dan kepedulian sosial kepada sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan di hari raya Idul Adha.
Kepala KUA Bermani Ulu Raya, Jamaan Nur, S.Ag., M.Pd., memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan pembinaan dan penyuluhan keagamaan yang dilakukan oleh para penyuluh agama di tengah masyarakat. Menurutnya, majelis taklim memiliki peran strategis dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
"Kegiatan majelis taklim seperti ini sangat baik dalam memperkuat silaturahmi antarmasyarakat sekaligus menambah wawasan keagamaan. Kami dari KUA akan terus mendukung dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan positif seperti ini," ujar Jamaan Nur.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan diakhiri dengan sesi diskusi serta tanya jawab interaktif bersama jamaah Majelis Taklim Uswatun Hasanah. Para jamaah tampak antusias menyimak dan aktif bertanya mengenai berbagai hal terkait salat berjamaah, amalan di bulan Dzulhijjah, serta tata cara kurban yang benar sesuai syariat.
(LAILIYA/Edwinsya)Hastag : KUA Bermani Ulu Raya
From : KUA Bermni Ulu Raya

.jpg)

