Kepala MTsN 1 Rejang Lebong Hadiri Pertemuan dan Dialog Pemantapan Aset Kemenag Rejang Lebong 2026
Rejang Lebong – Kepala MTsN 1 Rejang Lebong, Dr. Yuhmir, M.Pd.I,
menghadiri kegiatan Pertemuan Pemantapan Aset Kementerian Agama (Kemenag) yang
dilaksanakan pada Jumat (29/05/2026). Pertemuan tersebut membahas polemik
rencana pembangunan Klinik Kesehatan dan Pengobatan Masyarakat (KMP) yang
dijadwalkan berlokasi di atas lahan milik madrasah, tepatnya di kawasan MIN 03
Bandung Marga. Forum ini bertujuan mencari titik temu dan solusi terbaik bagi
semua pihak.
Kegiatan
yang berlangsung penuh kekhidmatan ini dihadiri oleh sejumlah pemangku
kepentingan, antara lain Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi
Bengkulu, Dr. H. Saefuddin, S.Ag., M.Si. Kepala Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Rejang Lebong, Dr. H. Rahman, S.Ag., M.Pd.I., Kepala Desa Bandung
Marga, para kepala madrasah se-Kabupaten Rejang Lebong, serta perwakilan
masyarakat dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam
sambutannya, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, H. Saefuddin, menegaskan
bahwa setiap rencana pembangunan harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
hukum dan prosedur yang berlaku. Menurutnya, pembangunan yang baik tidak hanya
berorientasi pada hasil, tetapi juga harus memperhatikan legalitas,
administrasi, serta status kepemilikan aset agar tidak menimbulkan persoalan di
kemudian hari.
"Pembangunan
harus berjalan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku. Semua pihak perlu
menghormati prosedur yang telah ditetapkan pemerintah agar tercipta kepastian
hukum dan kemaslahatan bersama," tegasnya.
Lebih
lanjut, Kakanwil berharap seluruh pihak dapat mengedepankan musyawarah dan
dialog konstruktif dalam menyelesaikan persoalan yang ada. Ia juga mengingatkan
bahwa aset madrasah merupakan aset negara yang wajib dijaga, dikelola, dan
dimanfaatkan secara tepat guna mendukung kemajuan pendidikan.
Sementara
itu, Kepala Kemenag Kabupaten Rejang Lebong, Rahman Umar, mengajak seluruh
unsur yang hadir untuk bersama-sama mencari solusi terbaik melalui komunikasi
yang terbuka dan saling menghargai. Ia menekankan pentingnya menjaga
kondusivitas serta mengutamakan kepentingan pendidikan dan masyarakat di atas
kepentingan sektoral.
Kepala
MTsN 1 Rejang Lebong, Yuhmir menyambut baik pelaksanaan pertemuan tersebut.
Menurutnya, forum pemantapan aset madrasah menjadi sarana yang efektif untuk
menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan menemukan solusi yang dapat
diterima oleh semua pihak.
"Kami
mengapresiasi langkah cepat dan dialogis dari Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu
serta Kemenag Kabupaten Rejang Lebong. Forum ini sangat membantu dalam
menjernihkan persoalan dan menghindari kesalahpahaman di lapangan," ujar Yuhmir.
Hastag : #MTs Negeri 1 Rejang Lebong
From : MTsN 1



