Cegah Salah Data, KUA Binduriang Perketat Penelitian Berkas Nikah Sebelum Masuk SIMKAH
Rejang Lebong (Humas) – Ketelitian menjadi
harga mati dalam urusan administrasi pernikahan. Menyadari pentingnya hal
tersebut, Operator Simkah Atik Prasetiawati Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan
Binduriang kini semakin memperketat proses penelitian dan verifikasi berkas
fisik calon pengantin (catin). Langkah ini dilakukan sebagai filter utama
sebelum data pernikahan dimasukkan (input) ke dalam aplikasi Sistem Informasi Manajemen
Nikah (SIMKAH) berbasis web. (26/5)
Pengetatan ini bertujuan untuk meminimalisir sekecil mungkin
risiko kesalahan data seperti salah ketik nama, tanggal lahir, status, hingga
nomor induk kependudukan (NIK) yang dapat berdampak panjang bagi dokumen
kependudukan pasangan suami istri di masa depan.
Proses pemeriksaan berlapis ini meliputi pencocokan data antara
Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), ijazah terakhir, serta
formulir pengantar nikah dari desa (model N1 hingga N4).
"SIMKAH adalah
sistem yang terintegrasi secara nasional dengan data Dukcapil. Jika ada satu
angka atau huruf saja yang keliru sejak dari berkas fisik, maka sistem akan
menolak atau menghasilkan dokumen yang cacat hukum. Oleh karena itu, menyaring
berkas sebelum masuk ke sistem adalah langkah krusial yang tidak boleh
ditawar," ujar Atik
Lebih lanjut, pihak KUA Binduriang menjelaskan bahwa kesalahan
data pada buku nikah sering kali baru disadari oleh masyarakat bertahun-tahun
kemudian, misalnya saat hendak mengurus paspor, akta kelahiran anak, atau
administrasi perbankan. Mengoreksi data yang sudah telanjur tercetak
membutuhkan proses birokrasi yang cukup menyita waktu.
Dengan memperketat penelitian berkas di tingkat hulu (sebelum
di-input oleh operator), KUA Binduriang ingin memastikan bahwa setiap pasang
buku nikah yang terbit sudah 100 persen akurat dan valid.
Masyarakat Kecamatan Binduriang pun diimbau untuk lebih teliti
dan kooperatif saat menyerahkan berkas pendaftaran nikah. Memastikan semua
dokumen pribadi sudah sinkron sejak dari tingkat desa akan sangat membantu
mempercepat proses pelayanan digital di KUA Binduriang demi terwujudnya tertib
administrasi keagamaan.
Hastag : #KUABinduriang #SIMKAH #TertibAdministrasi #CegahSalahData #ValiditasDokumen
From : KUA Binduriang


