Tingkatkan Pemahaman Agama, Penyuluh KUA Binduriang Beri Bimbingan Tajwid Hukum Ikhfa di Majelis Taklim Nurul Fatah
Kegiatan yang diikuti oleh puluhan jamaah dengan antusias tinggi ini bertujuan agar para anggota majelis taklim tidak hanya sekadar lancar membaca Al-Qur'an, tetapi juga mampu melafalkannya secara tartil dan benar sesuai dengan kaidah hukum tajwid.
Dalam pemaparannya, Penyuluh KUA Binduriang menjelaskan secara detail bahwa secara bahasa Ikhfa berarti menyamarkan atau menyembunyikan. Secara istilah, hukum ini terjadi apabila terdapat Nun Sukun atau Tanwin ) bertemu dengan salah satu dari 15 huruf hijaiyah tertentu (seperti Ta, Tsa, Jim, Dal, Dzal, Zai, Sin, Syin, Sad, Dhad, Tha, Dzha, Fa, Qaf, Kaf).
"Membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang benar adalah sebuah kewajiban agar tidak merubah makna ayat. Saat membaca hukum Ikhfa, suara Nun mati atau tanwin harus disamarkan ke huruf berikutnya dengan disertai dengung (ghunnah) selama dua harakat. Jadi, tidak dibaca jelas, dan tidak juga dilebur total," jelas Penyuluh Agama KUA Binduriang saat mempraktikkan contoh bacaan di depan jamaah.
Untuk mempermudah pemahaman, tim penyuluh mengajak jamaah melakukan metode talaqqi dan musyafahah—yaitu menirukan langsung gerak bibir dan pelafalan guru secara tatap muka. Satu per satu jamaah bergantian mempraktikkan contoh ayat Al-Qur'an yang mengandung hukum Ikhfa Haqiqi, seperti lafal “Min Dunihim” atau “Anfusikum”, yang kemudian langsung dikoreksi jika terdapat kekeliruan cara mendengung.
Kepala KUA Binduriang secara terpisah memberikan apresiasi atas jalannya bimbingan berbasis literasi Al-Qur'an ini. Menurutnya, pembenahan kualitas bacaan kitab suci di tingkat desa adalah pondasi utama dalam membangun masyarakat yang religius.
"Kami sangat mendukung program pendalaman tajwid ini. Majelis taklim harus menjadi tempat di mana jamaah bisa mengoreksi bacaannya tanpa rasa malu. Melalui pembinaan Ikhfa ini, kami berharap kualitas ibadah dan kedekatan warga Desa Kampung Jeruk dengan Al-Qur'an semakin meningkat," ungkap Kepala KUA Binduriang.
Ketua Majelis Taklim Nurul Fatah Eni Gustiawati mengaku sangat bersyukur atas materi yang sangat teknis dan aplikatif ini.
"Selama ini kami sering membaca saja, tapi kadang ragu apakah dengungnya sudah pas atau belum. Alhamdulillah, dengan bimbingan langsung dari Penyuluh KUA Binduriang, kami jadi tahu letak perbedaannya dan cara menyamarkan huruf Ikhfa yang benar," tuturnya.
Kegiatan bimbingan tajwid ini ditutup dengan evaluasi singkat, doa bersama, serta komitmen untuk melanjutkan pembahasan hukum tajwid lainnya pada pertemuan majelis taklim pekan depan.
(Diana/Edwinsya)Hastag : #KUABinduriang #PenyuluhAgama #BelajarTajwid #HukumIkhfa #MajelisTaklim #NurulFatah #KampungJeruk #CintaAlQuran
From : KUA Binduriang



