DAERAH
PENDIDIKAN
25 Mei 2026
42
Hastag : #humasmtsn2rejanglebong
From : MTsN 2
Belasan Tahun Mengabdi, Maya Sari Kini Jadi Arsiparis MTsN 2 Rejang Lebong
Rejang Lebong (Humas) – Di balik kesibukannya sebagai arsiparis di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) MTsN 2 Rejang Lebong, tersimpan kisah perjuangan panjang penuh haru dari seorang Maya Sari, A.Md. Tim Humas MTsN 2 Rejang Lebong pada Senin (25/5) di ruang TU merangkum perjalanan hidup sosok perempuan sederhana yang telah mengabdi lebih dari satu setengah dekade di madrasah tersebut.
Maya Sari lahir di Pagar Alam pada 24 Agustus 1985. Perjalanan hidupnya tidaklah mudah. Ia memulai karier di MTsN 2 Rejang Lebong pada tahun 2009 sebagai guru honorer Bahasa Inggris dengan bekal pendidikan D3 Bahasa Inggris. Dengan semangat dan harapan besar, dirinya mengabdikan tenaga demi dunia pendidikan meski penghasilan yang diterima saat itu sangat terbatas.
Namun perjalanan hidup berkata lain. Seiring munculnya aturan baru yang mengharuskan guru memiliki ijazah S1, Maya harus rela melepas profesinya sebagai guru dan beralih menjadi staf madrasah. Meski berat, ia tetap bertahan dan terus mengabdi.
Di masa-masa sulit itu, Maya tidak hanya mengajar. Bersama sang suami yang bekerja sebagai penjaga sekolah, ia menjalani kehidupan penuh perjuangan. Sambil mengajar, dirinya juga berjualan demi membantu kebutuhan keluarga. Bahkan, ia ikut membersihkan lingkungan sekolah dan menemani suaminya menjaga sekolah hingga malam hari.
“Kadang selesai mengajar masih harus jualan, bersihkan sekolah, lalu ikut menjaga sekolah bersama suami. Tapi saya tetap jalani dengan ikhlas,” ungkap Maya dengan mata berkaca-kaca.
Perjuangan panjang itu juga diwarnai kegagalan yang berulang. Beberapa kali dirinya mengikuti tes demi mendapatkan status yang lebih baik, namun hasilnya belum sesuai harapan. Berkali-kali gagal membuatnya sempat sedih, tetapi ia memilih tetap bertahan dan percaya bahwa setiap usaha akan menemukan jalannya sendiri.
“Tes sudah beberapa kali, tapi memang mungkin belum waktunya. Saya hanya berusaha dan terus berdoa,” tuturnya.
Hingga akhirnya pada tahun 2025 lalu, penantian panjang itu terjawab. Maya Sari dinyatakan lulus PPPK. Kabar tersebut menjadi titik bahagia setelah belasan tahun mengabdi penuh perjuangan dan pengorbanan.
Kini, satu tahun menjalani tugas sebagai PPPK, Maya mengaku sangat bersyukur atas apa yang telah diraihnya. Meski telah mendapatkan status yang lebih baik, dirinya tidak berhenti belajar. Saat ini Maya tengah melanjutkan pendidikan menuju jenjang S1 demi meningkatkan kualitas diri dan memenuhi tuntutan pendidikan yang ada.
“Alhamdulillah sekarang masih kuliah lagi untuk menyelesaikan S1. Semoga cepat selesai dan bisa lebih baik lagi ke depannya,” katanya penuh harap.
Saat ini, Maya dipercaya menjadi arsiparis madrasah di PTSP MTsN 2 Rejang Lebong. Ketelitian, kesabaran, dan pengalaman panjang membuat dirinya menjadi salah satu sosok penting dalam pelayanan administrasi madrasah.
Kisah Maya Sari menjadi bukti bahwa perjuangan, kesabaran, dan keikhlasan tidak akan pernah mengkhianati hasil. Dari seorang guru honorer yang penuh keterbatasan hingga akhirnya menjadi PPPK, perjalanan hidupnya menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tidak mudah menyerah dalam meraih mimpi.
(April/Edwinsya)
Hastag : #humasmtsn2rejanglebong
From : MTsN 2



