Kreatif Tanpa Batas: Siswa Kelas V Sukses Sulap Kertas Bekas Jadi Kerajinan Merak Siap Pajang
Rejang
Lebong (Humas)
– Kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan sejak dini
melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Mengubah limbah
menjadi barang bernilai estetika tinggi, siswa-siswi Kelas V sukses menyulap
limbah kertas menjadi kerajinan tangan berbentuk burung merak yang indah dan
siap pajang. (25/5)
Kegiatan
yang berlangsung di dalam ruang kelas tersebut berjalan dengan tertib dan penuh
antusiasme. Di bawah pendampingan langsung dari Wali Kelas V, Nafsin Sahri,
S.Pd.I., agenda ini dirancang tidak hanya untuk mengasah motorik halus dan
imajinasi anak, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang efektif mengenai
pentingnya konsep reuse (pemanfaatan kembali) barang bekas di lingkungan
sekitar.
Dengan
memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekolah seperti
kertas tugas yang sudah tidak terpakai, majalah bekas, lem, dan gunting para
siswa tampak cekatan dalam menyusun helai demi helai kertas.
Proses
pembuatan kerajinan ini menuntut ketelitian serta kesabaran yang luar biasa. Di
bawah bimbingan intensif, para siswa diajak untuk melewati beberapa tahapan
kreatif, meliputi:
- Tahap Pola: Menggunting dan melipat kertas
bekas hingga membentuk pola bulu-bulu merak yang khas.
- Tahap Perakitan: Merangkai potongan pola tersebut
menjadi bagian ekor merak yang mekar dengan perpaduan warna yang serasi.
- Tahap Akhir: Membentuk dimensi tubuh burung
merak menggunakan teknik gulung dan tempel (body shaping).
Wali
Kelas V, Nafsin menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas ketekunan yang
ditunjukkan oleh para siswa dalam menyelesaikan karya seni tersebut. Beliau
menekankan bahwa esensi utama dari kegiatan ini adalah pembentukan karakter
sadar lingkungan sejak usia dini.
"Melalui
kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang estetika dan seni rupa.
Mereka juga diajak memahami bahwa tindakan kecil seperti memanfaatkan kertas
bekas secara nyata dapat mengurangi penumpukan sampah sekaligus menghasilkan
karya yang bermanfaat," ujar Nafsin.
Saat
ini, karya-karya burung merak yang telah selesai dirakit sudah berjejer rapi di
area pajangan kelas. Pancaran kebanggaan terlihat jelas di wajah para siswa
saat melihat hasil kerja keras mereka siap dipamerkan. Melalui kegiatan positif
ini, pihak sekolah berharap motivasi siswa untuk terus berinovasi menggunakan
bahan-bahan daur ulang lainnya dapat terus meningkat di masa depan.
Hastag : #madrasahhebatbermatabat
From : MIS Guppi 11



